
Kuota BBM Batam 210.195 Kiloliter

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH-Migas) menetapkan kuota bahan bakar minyak subsidi untuk Kota Batam pada 2012 sebanyak 210.195 kiloliter.
"Kuota subsidi Kota Batam untuk premium 135.352 kilo liter dan solar 74.843 kiloliter," kata Sales Area Manager Retail PT Pertamina Kepri I Ketut Permadi di Batam.
Kuota tersebut, kata dia, berkurang sekitar 30 persen dibanding pada 2011 yang premiumnya mencapai 186.571 kiloliter dan solar 70.914 kiloliter.
"Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam untuk menyiasati agar kuota tersebut tepat sasaran dan mencukupi hingga akhir 2012," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPH-Migas selaku regulator dan pengawas penyaluran BBM bersubsidi.
"Apa pun keadaannya kami akan berupaya agar kuota BBM bersubsidi tersebut tepat sasaran. Kami juga telah mendirikan stasiun pengisian bahan bakar nonsubsidi bagi kendaraan yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam Ahmad Hijazih mengatakan kuota tersebut tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah saat ini.
"Tahun lalu saja tidak cukup. Apalagi tahun ini yang kuotanya dikurangi 30 persen, sementara jumlah kendaraan terus bertambah," kata dia.
Ia mengatakan bila mengacu pada pertumbuhan penduduk 8,1 persen, pertumbuhan ekonomi 7,1 persen dan inflasi 4,2 persen seharusnya kuota tahun ini bertambah.
"Seharusnya kuota premium naik menjadi 207.094 kiloliter dan solar 78.719 kiloliter untuk tahun ini," kata Hijazi.
Sejak akhir pekan lalu sejumlah SPBU kawasan Batam Center dan Batuaji Kota Batam sering mengalami kelangkaan solar. Padahal sebelumnya Disperindag memperkirakan kuota yang ada cukup sampai Agustus. (T.KR-LNO/E005)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
