Logo Header Antaranews Kepri

Fraksi Amanat Nasional Bantu Gerakan Mengajar Gratis

Senin, 14 Mei 2012 15:37 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Fraksi Amanat Nasional DPRD Provinsi Kepulauan Riau akan membantu gerakan mengajar gratis untuk masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan Komunitas Bakti Bangsa.

"Bantuan untuk mendukung kegiatan belajar gratis ini akan kami serahkan lusa kepada pengurus Komunitas Bakti Bangsa," kata Ketua Fraksi Amanat Nasional DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Yudi Carsana.

Ia mengungkapkan, komunitas yang digerakan oleh belasan mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) itu merupakan kerja nyata dalam memerangi buta aksara, serta menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kreatif.

Mahasiswa yang peduli terdapat kondisi pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah.

Gerakan yang dilakukan mahasiswa tersebut telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kami memberi apresiasi atas kerja keras yang dilakukan Komunitas Bakti Bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Apakah aparat pemerintah yang menangani bidang itu bersedia melaksanakan kegiatan yang sama tanpa pamrih?" katanya yang juga dosen di Fakultas Ekonomi UMRAH.

Yudi merasa bangsa dan terharu karena ternyata di Kepri masih terdapat banyak mahasiswa yang peduli terhadap kondisi pendidikan masyarakat miskin. Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Bakti Bangsa tersebut adalah aset Kepri yang berharga, yang selayaknya diperhatikan pemerintah.

"Mereka mengajar tanpa pamrih, memasuki desa terpencil di Pulau Bintan," katanya.

Sementara itu, aktivis Komunitas Bakti Bangsa, Doni, mengemukakan, hingga sekarang seluruh kegiatan mengajar gratis dibiayai oleh Nikolas, wartawan ANTARA di Tanjungpinang yang mendirikan Komunitas Bakti Bangsa.

Para aktivis yang tergabung di dalam organisasi dalam setiap pekan menyumbangkan uang belanjanya untuk uang operasional.

"Semula kami menganggap ide pendirian organisasi ini tidak serius, tetapi ternyata kami sekarang sudah memberi pendidikan gratis kepada 25 anak-anak dari keluarga kurang mampu di Tanjung Kapur, Bintan," ungkapnya.

Ia mengemukakan, Komunitas Bakti Bangsa awalnya bernama Komunitas Kepri Mengajar. Namun dalam perjalanannya, Kepri mengajar menjadi bagian dari kegiatan Komunitas Bakti Bangsa.

"Beberapa mahasiswa yang berasal dari Natuna, Batam, Karimun, Lingga, Pekanbaru, Padang, Medan, Bandung dan Jakarta juga akan menjadi bagian dari organisasi ini. Mereka merasa tertarik dengan kegiatan kami," ujarnya.

Doni mengemukakan, Komunitas Bakti Bangsa didirikan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal itu mungkin disebabkan aparat pemerintah yang bertugas menangani permasalahan tersebut bekerja sesuai program tahunan sehingga jika tidak ada anggaran perjalanan dinas maupun honor lainnya, mereka tidak mau bergerak.

"Kami selalu mengingatkan kepada orang tua dari anak-anak yang kami asuh, bahwa pendidikan bukan hanya milik orang kaya, melainkan seluruh generasi penerus bangsa," katanya. (KR-NP/M019)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026