
Koalisi Pelangi Nusantara Bantah Terjadi Perpecahan

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Koalisi Pelangi Nusantara, gabungan dari sejumlah partai politik yang akan mengusung calon wali kota dan wakil wali kota dalam pemilihan kepala daerah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, membantah telah terjadi perpecahan.
"Kami tetap solid menjelang pilkada 31 Oktober 2012. Tidak ada perpecahan dan hanya satu anggota koalisi yang mengundurkan dari yaitu Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)," kata Ketua Koalisi Pelangi Nusantara, Yahya di Tanjungpinang, Jumat.
Yahya mengatakan, mundurnya PKNU lebih karena faktor internal partai, bukan karena terjadi perpecahan dalam koalisi 20 partai kecil itu.
"Kami masih berkomitmen akan mengusung calon dari internal koalisi yang saat ini mencapai 20 partai setelah PKNU keluar," ujar Yahya.
Menurut dia, Koalisi Pelangi Nusantara optimistis bisa memenangkan calon yang diusung karena banyaknya partai yang bergabung.
"Tujuan kami bergabung dalam Koalisi Pelangi Nusantara sejak satu tahun lalu untuk menang dengan mengusung calon dari internal koalisi," ujarnya.
Namun, Yahya tidak menutup kemungkinan Koalisi Pelangi Nusantara akan bergabung dengan partai besar untuk mengusung calon di luar koalisi.
"Bisa jadi, yang penting kami menang walaupun akhirnya bergabung dengan koalisi partai lain untuk mengusung calon wali kota dan wakil wali kota," kata Yahya.
Dari internal koalisi, menurut Yahya pihaknya menjagokan Azhar yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Tanjungpinang dari Partai Hanura dan mantan Ketua DPRD Tanjungpinang periode 2004-2009 Bobby Jayanto.
"Kami masih mengharapkan pasangan Azhar-Bobby yang akan diusung jadi calon wali kota dan wakil wali kota atau sebaliknya pasangan Bobby-Azhar," katanya.
Tapi menurut dia tidak menutup juga kemungkinan mengusung calon di luar koalisi dengan bergabung ke koalisi partai lain atau calon di luar koalisi yang berasal dari birokrat.
"Saat ini banyak calon yang telah berkomunikasi dengan kami, seperti mantan anggota DPD RI Hendry Frankim dan juga seorang pejabat asal Natuna bernama Asmiyadi," katanya.
Namun, dari sejumlah orang yang telah mendaftarkan diri dan mendekati Koalisi Pelangi, menurut Yahya, masih banyak yang masih separuh hati untuk mencalonkan diri.
"Kebanyakan dari mereka tidak kuat secara finansial, karena lawan yang akan dihadapi cukup kuat, sehingga masih perlu pemikiran panjang," katanya.
Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang akan membuka pendaftaran bagi pasangan calon yang diusung partai politik pada 19-25 Juni 2012. (KR-HKY/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
