Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota: Pemadaman Listrik Karena Panaran

Minggu, 3 Juni 2012 12:12 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, pemadaman listrik bergilir di kawasan itu murni karena kerusakan mesin pada pembangkit listrik Panaran.

"Pemadaman listrik murni karena Panaran bukan karena masalah 'supply' gas," kata Wali Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Minggu.

Dahlan mengatakan Pemerintah Kota Batam belum pernah menerima surat pemberitahuan pengurangan pasokan bahan bakar gas untuk PLTG PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.

Memang, kata Wali Kota, pemerintah daerah sudah mengirimkan surat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk meminta tidak mengurangi pasokan gas ke perusahaan listrik swasta itu.

"Surat itu berisi permintaan supaya bila ada pemeliharaan pipa, jangan sampai dikurangi," kata dia.

Kepala Dinas Penjualan Gas, PGN Batam, Afdal, juga membantah PGN mengurangi pasokan gas untuk anak perusahaan PLN (Persero).

Menurut dia, pemadaman listrik di Batam disebabkan rusaknya mesin pembangkit milik PLN Batam, bukan karena pengurangan pasokan gas.

"PLN jangan menimpakan kesalahan kepada kami, karena hal itu merupakan pemutarbalikan fakta namanya," kata dia.

Menurut dia, memang benar ada pemeliharaan alat di sumber gas, namun bukan pipa PGN yang menyalurkan gas ke PLN Batam.

Pemeliharaan itu, kata dia, memang membuat produksi gas dari sumur tersebut berkurang, tapi tidak untuk pasokan ke PLN Batam.

"Berkurang untuk industri, tapi untuk PLN Batam tetap normal, 40 bbtud," kata dia.

Sebelumnya (31/5), Manajer Senior Komunikasi PT Pelayanan Listrik Nasional Batam Agus Subekti mengatakan PLN Batam terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir karena penghentian pasokan gas dari PGN akibat pemeliharaan pipa gas dari sumber di Grisik.

Agus Subekti mengatakan akibat rencana pemeliharaan pipa itu, PLN defisit daya lebih dari 40 megawatt lagi. Padahal saat ini, PLN sudah kekurangan daya sekitar 20 megawatt. Akibatnya, pemadaman akan lebih parah dari satu hingga dua jam per hari menjadi empat jam per hari.

"Dengan begitu, PLN defisit daya sekitar 70 megawatt," kata dia. (Y011/N002)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026