
Disdik Siapkan Mobil Antisipasi Jembatan Putus         Â

Batam (ANTARA Kepri) - Dinas Pendidikan Kota Batam menyiapkan kendaraan van kecil untuk mengantar jemput pelajar hingga bibir Jembatan Raja Kecil yang putus akibat tertabrak tongkang milik Australia.
"Mobil L300 disiapkan untuk antar jemput pelajar sampai ujung jembatan, lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi menggunakan bus sekolah yang sudah ada di ujung jembatan yang lain," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Kamis.
Kendaraan itu disiapkan bila bus sekolah yang berkapasitas besar tidak bisa melalui sisi jembatan. "Ini antisipasi saja," kata dia.
Tongkang APC Aussie 1 Adeliade menabrak jembatan hingga jalur kanan terpotong dan sebagian sisi lainnya terangkat naik.
Muslim mengatakan selama ini pelajar pesisir perairan Pulau Galang dijemput menggunakan bus sekolah di beberapa lokasi untuk bersekolah di Pulau Rempang yang dihubungkan beberapa jembatan.
Akibat terputusnya sebagian badan jembatan, maka dikhawatirkan bus sekolah tidak dapat melalui jembatan menuju sekolah, maka diperlukan kendaraan lain untuk menyambung perjalanan.
"Kami sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan, bagaimana caranya agar anak-anak ini tetap sekolah, makanya diadakan L 300," kata dia.
Ia mengatakan harapan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu masalah transportasi.
Pada Rabu (6/6) dini hari, tongkang APC Aussie 1 menabrak sisi kanan Jembatan Raja Kecil, satu dari rangkaian enam jembatan yang menghubungkan pulau utama Batam dengan Pulau Galang.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Istono, mengatakan kerusakan berat terjadi pada satu bagian sepanjang 45 meter yang tertabrak. Sementara sisi lainnya bergeser sekitar satu meter.
Istono mengatakan, pada bagian tertabrak, kapal yang memiliki panjang 150 meter dan lebar 50 meter itu, bantalan jembatan hancur dan sisi lainnya bergeser sehingga sangat membahayakan.
Ia menjelaskan jembatan enam Barelang memiliki panjang sekitar 200 meter, terdiri dari empat sisi yang masing-masing sisi memiliki panjang sekitar 45 meter dan lebar 2 X 6,5 meter.
Jembatan tersebut mulai dibangun pada 1994 sampai akhir 1996. Secara resmi dioperasikan mulai awal 1997 dan dirancang mampu bertahan hingga di atas 50 tahun. (Y011/Y008)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
