
Camat Bunguran Utara Natuna Tetap Bertugas

Natuna (ANTARA Kepri) - Camat Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabki Muhammad, Sabtu, menegaskan dirinya tetap akan melaksanakan tugasnya di Klarik, dan mengabaikan ancaman sebagian warganya yang berdemo, Kamis lalu.
"Saya tetap akan melaksanakan tugas sejauh tidak ada surat keputusan dari atasan saya," katanya, Sabtu di Klarik, Natuna.
Dia mengatakan, apa yang dituntut sebagian masyarakat tidak memiliki dasar.
"Saya melakukan pelarangan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan, ada aturannya, yakni UU Perikanan No.45/2009 tentang Perubahan UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan," katanya.
Menurut dia, mereka yang berdemo ke kantor bupati Kamis lalu hanyalah sebagian kecil yang tidak setuju, dan mereka juga yang melakukan aktivitas merusak lingkungan.
"Banyak juga yang tidak setuju dengan tindakan mereka dan merusak lingkungan, dengan mengambil batu di tepi pantai, karena akan mempercepat abrasi, begitu pula dengan pengambilan batu karang," ujarnya.
Selain itu, katanya, mereka jugalah yang meracun ikan dengan putas. "Itu meracuni ekosistem, ikan-ikan kecil mati, merusak terumbu karang, dan pada akibatnya merek juga yang akan susah mencari ikan.
"Jadi, tolonglah dipahami manfaatnya, jangan mementingkan ego saja. Banyak cara lain mencari rezeki tanpa merusak lingkungan," ucapnya.
"Pecah batu yang di darat saja dan mengambil ikan dengan cara mancing," ujarnya.
Selain itu, ke depan menurut dia, Klarik merupakan kawasan yang tepat untuk pertanian seperti selama ini.
"Jika sudah ada proyek irigasi ribuan ha sawah bisa diolah. Kita akan arahkan masyarakat ke pertanian sehingga masalah ekonomi bisa diatasi," ujarnya.
Pada Kamis lalu, sekitar 100 warga berunjuk rasa untuk menentang Subki, di Kompleks Perkantoran Bupati Natuna di Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Utara.
Pengunjuk rasa menyampaikan beberapa aspirasi, namun pada intinya meminta Camat Bunguran Utara tidak lagi berkantor di Klarik, ibukota kecamatan Bunguran Utara, mulai Senin depan.
"Masyarakat Bunguran Utara sudah tidak bisa menenggang rasa beberapa tindakan camat yang tidak mempertimbangkan kepentingan masyarakat kecil," ujar Fafa, koordiantor demo tersebut. (KR-RST/H-KWR)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
