Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Natuna Tinjau Masyarakat Kelarik

Selasa, 12 Juni 2012 15:17 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA Kepri) - Bupati Natuna Ilyas Sabli mengatakan akan ke Kecamatan Bunguran Utara, Kelarik, guna melihat respon masyarakat terkait penolakan terhadap kehadiran camat setempat.

"Senin, saya akan turun ke Kelarik, meninjau langsung respon dan mendengar masukan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya di Ranai, Selasa.

Permasalahan di Kelarik, menurut dia, dengan tuntutan memindahkan Camat Bunguran Utara Sabki Muhammad tidaklah sembarangan.

"Perlu kajian, bagaimana respon masyarakat di sana secara keseluruhan, bukan karena tuntutan demo saja," tegasnya.

Selama ini, kata dia, kinerja camat Bunguran Utara bagus dan Sabki melaksanakan undang-undang secara benar. "Jadi, jika kinerja bagus kenapa mesti dimutasikan," ujarnya.

Dia mengatakan, sebelumnya juga sudah menurunkan tim untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait aktivitas memecah batu di pantai yang akam memicu abrasi pantai.

"Hasilnya memang ada beberapa batu yang dipecahkan dan kondisi ini memang membahayakan dan merusak lingkungan," katanya.

Tim tersebut terdiri dari Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Ilham Kauli, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Raja Hamzah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tedjo dan Asisten I Chaidir Chan serta Kapolres Natuna.

Sementara itu, Camat Bunguran Utara, Sabki Muhammad sebelumnya menanggapi keinginan sebagian masyarakat Kelarik tersebut tetap menjalankan tugas.

Menurut dia, masyarakat yang demo ke kantor bupati hanyalah sebagian kecil yang tidak setuju dan mereka juga yang melakukan aktivitas merusak lingkungan.

"Banyak juga yang tidak setuju dengan tindakan mereka yang merusak lingkungan dengan mengambil batu di tepi pantai akan mempercepat abrasi, begitu pula dengan pengambilan batu karang," katanya.

Belum lagi, kata dia, selain itu yang melakukan aktivitas mengambil ikan dengan cara mutas (racun). "Itu meracuni ekosistem, ikan-ikan kecil mati, merusak terumbu karang akibatnya pada akhirnya susah mencari ikan," katanya.

"Jadi, tolonglah dipahami manfaatnya, jangan mementingkan ego saja. Banyak cara lain mencari rezeki tanpa merusak lingkungan," katanya.

"Pecah batu yang di darat saja dan mengambil ikan dengan cara mancing," ujarnya.

Menjaga lingkungan akan berguna untuk anak cucu. "Jadi jangan ego yang dikedepankan. Ini kawasan konservasi di daerah Meragut saja dirusak," katanya. (KR-RST/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026