
Kepri Juara III MTQ Nasional

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Khafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional XXIV Provinsi Kepulauan Riau berhasil menjadi juara ke III nasional setelah menjuarai beberapa kategori perlombaan yang berlangsung di Ambon, Provinsi Maluku.
"Alhamdulillah kafilah dari Provinsi Kepulauan Riau berhasil meraih peringkat ke III nasional setelah pada MTQ Nasional XXIII di Bengkulu meraih peringkat empat nasional," kata Kepala Bagian Keagamaan Biro Kesra Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mahadi Rahman yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat malam.
Menurut Mahadi, khafilah Provinsi Kepri berhasil menjadi juara pertama hingga ketiga pada 12 kategori dari 42 kategori lomba yang dipertandingkan.
Yaitu juara I Tilawah anak-anak putri, juara I Tartil anak-anak putri, juara I tafsir bahasa Indonesia putri, Juara I kategori tuna netra putra dan putri dan juara I Qiraat putri.
Kemudian juara II Tilawah anak-anak putra, juara II Tartil anak-anak putra, juara II tafsir bahasa Indonesia putra, juara II hafiz Al Qur'an lima juz tilawah putra, juara III hafiz Al Qur'an 30 juz putra dan juara II tafsir bahasa Arab putri.
Mahadi mengatakan, prestasi itu merupakan berkat kerja keras semua pihak dan doa masyarakat Kepri.
"Kunci kesuksesan ini adalah berkat kerja keras dan kebersamaan serta doa masyarakat Kepri," ujarnya.
Provinsi Kepri mengikuti MTQ Nasional pertama kalinya pada 2006 di Kendari dan menempati rangking delapan, kemudian pada MTQ Nasional ke XXII di Banten pada 2008 menempati peringkat ketujuh.
Kemudian pada MTQ Nasional ke XXIII di Bengkulu naik keperingkat IV dan pada MTQ Nasional XXIV Ambon berhasil masuk tiga besar setelah DKI Jakarta dan Banten.
"Kepada para pemenang akan diberikan penghargaan berupa uang pembinaan, semoga lebih meningkat dari dua tahun lalu yaitu sebesar Rp50 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk peraih juara kedua dan Rp25 juta untuk peraih juara ketiga," katanya.(KR-HKY)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
