Logo Header Antaranews Kepri

Kapolresta Barelang Akui Polisi Terlambat

Jumat, 22 Juni 2012 00:39 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Kepolisian Resor Kota Batam Rempang Galang mengakui polisi terlambat dalam menangani kerusuhan di Batam pada Senin (18/6) yang menyebabkan seorang meninggal.

"Polisi terlambat," kata Karyoto dalam pertemuan mubaligh Kota Batam, Kamis.

Ia mengatakan tidak memiliki banyak pasukan untuk dikerahkan dalam menenangkan kerusuhan. "Memang terdapat 900 polisi, namun tersebar di 13 polsek di Kota Batam," katanya.

Selain itu, kata dia, kondisi Batam mulai macet sehingga sulit menggerakkan polisi ke tempat kejadian perkara.

Sebenarnya, kata dia, aparat kepolisian sudah mengantisipasi kerusuhan itu dengan berjaga-jaga di sekitar PT Hyundai Metal Indonesia. Namun ternyata lokasi kerusuhan pindah ke Hotel Planet Holiday.

"Perkara itu sudah diantisipasi dari awal," kata dia.

Dia juga mengakui banyak anggota polisi yang takut menembak pelaku saat kejadian.

"Karena kalau ada korban, selalu kami yang disalahkan," kata dia.

Di hadapan mubaligh, Kapolresta mengatakan, pihaknya akan menghukum orang yang salah bila ada bukti yang kuat.

Kapolresta juga mempersilahkan para mubaligh membentuk tim pencari fakta sendiri untuk menyelidiki penyebab kejadian yang menewaskan seorang warga.

"Kalau mubaligh ingin membentuk TPF, kami beri ruangan," kata dia.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Solihin meminta polisi segera menangkap otak kerusuhan.

"Tangkap aktor intelektual di balik ini," kata dia.

Menurut dia, kerusuhan tidak akan selesai bila otak pelaku tidak ditahan. "Akan terus begitu, rusuh, didamaikan, tapi kemudian berulang lagi," kata dia.

Kerusuhan antarkelompok dipacu sengketa lahan seluas 3,5 hektare di Batu Merah Batam.

Akibat kerusuhan itu, seorang meninggal dunia dan 10 lainnya luka berat.

Polisi sudah mengamankan 35 orang yang dicurigai terlibat dalam kerusuhan. (Y011/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026