
IBI: Pendidikan Bidan Batam Rata-Rata D-III

Batam (ANTARA Kepri) - Tercatat 97 persen dari 500 bidan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Batam berpendidikan Diploma III (D-III), kata Ketua IBI Batam, Kepulauan Riau, Gusnawati.
"Dari sisi pendidikan sudah sesuai standar yang disyaratkan pemerintah. Hanya sebagian kecil yang berpendidikan D-I, itu pun yang sudah sangat senior dan memiliki kelahlian lebih baik dibanding bidan D-III," kata dia di Batam, Senin.
Ia mengatakan, sebaran bidan di Batam juga sudah merata hingga ke pesisir (pulau penyangga) sehingga hampir semua persalinan bisa ditangani dengan baik.
"Dinas Kesehatan bekerja sama dengan IBI telah menempatkan banyak bidan di pesisir yang selama ini dulit dijangkau. Sehingga saat ini hampir semua persalinan sudah bisa dilayani oleh para bidan yang bertugas," kata dia.
Gusnawati juga mengatakan, telah banyak bidan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Batam untuk membantu persalinan dengan program Jampersal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal, mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Kota Batam, Kepulauan Riau jauh lebih sedikit dibanding rata-rata nasional.
"Saat ini rata-rata angka kematian ibu hanya 78 dari 100 ribu kelahiran hidup. Sementara berdasarkan survei terakhir rata-rata nasional masih 228 jiwa tiap 100 ribu kelahiran. Ini tidak terlepas peran bidan yang selalu membatu dalam proses persalinan," kata Chandra.
Ia mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Batam hanya selisih satu dengan Singapura yang hanya 77 dari 100 ribu kelahiran hidup.
"Dengan angka tersebut, maka target millenium development goal's 2015 yaitu 102 dari 100 ribu kelahiran sudah terlampaui," kata dia.
Chandra mengatakan, salah satu penyebab rendahnya angka ibu meninggal saat proses kelahiran ialah sebaran bidan di Kota Batam yang sudah merata hingga di pulau penyangga (pesisir).
"Jumlah bidan Kota Batam hingga dipesisir sudah banyak, jadi hampir semua kelahiran sudah ditolong oleh bidan. Sehingga anga kematian ibu bisa ditekan," kata Chandra.
Selain angka kematian ibu saat melahirkan sudah rendah, kata Chandra, angka bayi meninggal saat proses kelahiran juga rendah.
"Hanya empat di antara 1.000 bayi dilahirkan yang meninggal," kata dia.(KR-LNO/F002)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
