Logo Header Antaranews Kepri

21 Bocah Batam Idap HIV/AIDS

Jumat, 6 Juli 2012 20:21 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 21 bocah berusia bawah 14 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau, positif mengidap "human immunodeficiency virus-infection" dan "acquired immunodeficiency syndrome" (HIV/AIDS) dalam satu tahun terakhir.

"Selama setahun terakhir, tercatat ada 21 anak berusia di bawah 14 tahun, mengidap HIV/AIDS. Itu hanya data dari "Voluntary Counselling and Testing" (VCT) HIV Centre Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam. Belum dari tempat pemeriksaan lain," kata Ketua Dewan Perkumpulan RSBK, Sri Soedarsono di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, kondisi ini menunjukkan HIV/AIDS sudah menjalar dan merambah pada kalangan yang seharusnya tidak masuk golongan rentan terhadap penularan penyakit tersebut.

"Perlu peran semua pihak untuk penanggulangan HIV/AIDS, karena dalam beberapa tahun terakhir pun ada temuan ibu hamil dan anak-anak terjangkit virus mematikan tersebut," kata dia.

Berdasarkan data VCT Kasper HIV Centre RSBK pada 2011 terdapat sebanyak 245 penderita HIV terdiri 120 laki-laki dan 125 perempuan.

"Di antara pengidap HIV baru tersebut, 102 yang positif AIDS, terdiri atas 65 laki-laki, 33 perempuan dan empat anak-anak berjenis kelamin perempuan," kata dia.

Sementara Januari-Juni 2012, terdapat sebanyak 163 penderita HIV, terdiri atas 84 laki-laki dan 79 perempuan.

Penderita AIDS baru sebanyak 85 orang, terdiri atas 54 laki-laki, 27 perempuan dan 4 anak-anak berjenis kelamin perempuan.

"Dari jumlah itu, terdapat 37 penderita HIV/AIDS dan 3 anak-anak yang meninggal dunia," kata Soedarsono.

Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam mencatat jumlah penderita HIV/AIDS kebanyakan adalah lelaki pengguna perempuan pekerja seks komersial.

"Sebagian besar penderita HIV/AIDS di Batam adalah laki-laki yang gemar berhubungan dengan wanita pekerja seks komersial. Jumlahnya lebih daripada 50 persen," kata Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, Pieter P Pureklolong di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, mereka berpotensi menularkan virus tersebut pada pasangan (istri) di rumah yang sebenarnya bukan termasuk golongan masyarakat rawan HIV/AIDS.

"Itu sangat berbahaya, karena selain pada istri juga bisa menularkan pada anak yang dilahirkan dari istri yang mengidap HIV/AIDS dari suami," kata dia. (KR-LNO/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026