
Awak Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Moro

Karimun (ANTARA Kepri) - Seluruh awak KM Suryadi GT 18 yang tenggelam di antara perairan Pulau Sugie dan Pulau Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (24/7) yang dievakuasi ke Pos TNI Angkatan Laut Moro masih menunggu proses pemulangan.
"Empat awak dan nakhoda Tino yang dievakuasi ke Pos TNI AL Moro masih trauma, mereka masih dalam proses pemulihan sambil menunggu pemulangan ke daerah asalnya," kata Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa melalui Perwira Pelaksana (Palaksa) Mayor Laut (P) Ashari Sunan Abidin di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Mayor Ashari mengatakan para awak kapal sempat terapung di laut beberapa sebelum tim SAR melakukan proses penyelamatan.
"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, keempat awak kapal itu berhasil dievakuasi meski sempat mengapung beberapa lama di laut," katanya.
Lanal Tanjung Balai Karimun, kata dia, mengerahkan dua kapal yaitu kapal patroli milik Pos AL Moro dan Patkamla Pegasus untuk menyelamatkan para awak yang mengapung pada badan kapal yang masih mengapung di permukaan laut.
KM Suryadi GT 18 tenggelam Selasa sore akibat lambung bocor dihantam gelombang.
Kapal tersebut bermuatan sembako dan barang-barang kelontong yang diangkut dari Batam menuju Sei Guntung, Indragiri Hilir, Riau.
Sementara kapal yang masih mengapung terpaksa dikaramkan agar tidak ditabrak kapal-kapal yang melintas di lokasi kejadian.
"Upaya menyelamatkan kapal belum dapat dilakukan. Ombak di laut cukup tinggi," ucapnya.
Dia mengimbau para pelaku pelayaran waspada karena belakangan ini ketinggian ombak di laut dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
"Kami minta kapal-kapal yang berlayar di sekitar Moro waspada dengan cuaca buruk, jika terjadi musibah segera hubungi Pos AL terdekat melalui radio. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung dan lainnya," tambahnya. (KR-RDT/E001)
Editor: Eddy Supriyatna Syafei
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
