Logo Header Antaranews Kepri

ICMI: Masyarakat Jangan Terpecah Hadapi Pilkada

Minggu, 12 Agustus 2012 20:53 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengimbau masyarakat tetap mengedepankan kerukunan saat menghadapi pilkada dan tidak terpecah-belah karena mendukung calon kepala daerah yang berbeda.

"Jangan sampai warga tidak teguran dengan warga lainnya karena mendukung kandidat yang berbeda, padahal para kandidat akur-akur saja. Masyarakat tidak boleh terkotak-kotak karena perbedaan pilihan di pilkada," kata Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tanjungpinang, Juramadi Esram di Tanjungpinang, Minggu.

Ia mengatakan, kampanye untuk tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan menjaga kerukunan umat itu disampaikan ICMI pada saat safari Ramadhan di masjid dan surau di Tanjungpinang.

"lkada merupakan salah satu sarana saja untuk mencapai tujuan yakni menyejahterakan rakyat. Siapapun yang didukung nanti merupakan hak individu yang didasarkan kepada hati nurani dalam menentukan pilihan untuk jadi pemimpin Tanjungpinang," ungkap Juramadi yang juga Kepala Disnaker Tanjungpinang.

Satu suara yang diberikan kepada salah satu calon sangat berarti. Sehingga, kata dia, sangat rugi jika warga yang memiliki hak pilih, tetapi tak menggunakannya pada saat pemungutan suara.

"Apalagi sebagai masyarakat, harus taat kepada pemimpin. Sebagai bentuk ketaatan, ya harus menggunakan hak pilih pada Pilkada Tanjungpinang yang berlangsung 31 Oktober nanti," kata Juramadi yang saat itu juga menyerahkan bantuan kepada pengurus surau berupa Alquran dan sejumlah uang tunai dari anggota ICMI.

Setiap orang di lingkungan masing masing harus mewaspadai siapa saja orang baru yang masuk ke pemukiman. Karena di Tanjungpinang dahulu pernah dijadikan persinggahan salah satu gembong teroris yaitu Umar Patek dari Malaysia.

"Banyak warga tidak tahu Umar Patek karena perilakunya biasa saja. Padahal seorang buron yang dicari. Dia bisa masuk ke Tanjungpinang karena masyarakat kita lemah mengawasi lingkungan pada waktu itu," katanya. (KR-NP/D011)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026