Logo Header Antaranews Kepri

2.204 Pemudik Kembali ke Batam dengan Kelud

Rabu, 29 Agustus 2012 15:58 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 2.204 pemudik dari Sumatra Utara kembali ke Kota Batam dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Kelud yang tiba di Pelabuhan Beton Sekupang pada Rabu siang.

Syahbandar Pelabuhan Beton Sekupang, Sularno mengatakan penumpang yang turun di Batam terdiri dari 1.692 orang dewasa, 376 orang anak-anak, dan 136 balita.

"KM Kelud merupakan kapal pertama setelah Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah yang kembali berlayar dari Sumatra Utara ke Batam. Jadi ini merupakan puncak arus balik ke Batam dari Medan," kata Kepala Syahbandar Pelabuhan Beton Sekupang, Sularno di Batam, Rabu.

Sularno mengatakan, jumlah penumpang yang naik dari Batam dengan tujuan Tanjung Priok Jakarta tercatat sebanyak 688 orang, terdiri dari 475 orang dewasa, 80 anak-anak dan 33 balita.

"Angka tersebut dua kali lipat dibanding penumpang pada hari-hari biasa yang hanya berkisar 300 orang saja," kata dia.

Ia mengatakan, ditambah dengan penumpang lanjutan dari Belawan dan Tanjung Balai Karimun, jumlah penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Jakarta sebanyak 1.067 orang.

Sularno mengatakan, selain KM Kelud, pada Kamis juga akan ada KM Ciremai yang tiba di Batam dari Pelabuhan Belawan Sumatra utara.

"KM Ciremai yang merupakan kapal tambahan juga akan mengangkut pemudik kembali ke Batam," kata dia.

Ia memperkirakan, setelah kedatangan kedua kapal tersebut jumlah penumpang yang turun dan naik dari Batam dengan kapal Pelni akan kembali normal.

Sebelumnya, PT Pelni Cabang Belawan Medan empat menunda penjualan tiket KM Kelud yang tiba di Batam hari ini. Kebijakan tersebut dilakukan manajemen Pelni agar KM Ciremai tidak mengalami kekurangan penumpang secara signifikan saat berangkat dari Pelabuhan Belawan tanggal 30 Agustus.

Ia membenarkan pemesanan tiket KM Kelud untuk jadwal keberangkatan tanggal 28 Agustus meningkat tajam, sementara pemesanan tiket KM Ciremai masih minim.(KR-LNO/N005)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026