
INSA: Tidak ada Penambahan Pengamanan Pascaperompakan

Batam (ANTARA Kepri) - Indonesian National Shipowners-Association (INSA) Batam tidak melakukan penambahan pengamanan terhadap kapal-kapal yang berlayar pascaperompakan yang terjadi di perairan Batam pada Selasa (4/9) dinihari.
"Tidak ada penambahan pengamanan kapal. Perompakan tersebut hanya kasus kecil, tidak berdampak pada pelayaran," kata Sekretaris INSA Batam, Azhar di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, belum perlu menambah pengamanan di kapal karena hampir selruh perairan sudah ada kapal TNI AL yang berpatroli dan siap mengamankan pelayaran.
"Walaupun sempat terjadi perompakan pada Tugboat HM Leo I dirompak enam orang di perairan Pulau Karas Selat Riau, perairan sekitar Kepri masih cukup aman bagi pelayaran. Tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan," kata Azhar.
Ia mengatakan, pengamanan hanya dilakukan pada kapal-kapal tengker yang berlayar menuju Kalimantan atau wilayah lain. untuk kapal-kapal kecil, tidak ada pengamanan.
"Pengamanan tangker-tanker dilakukan seperti biasa saja. Tidak ada penambahan. Kami hanya berharap, kasus perompakan ini bisa segera dituntaskan," kata dia.
Komandan Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat (Guskamlabar), Laksma TNI Pranyoto mengatakan di perairan sekitar Kepri ada dua KRI yang selalu berpatroli mengamankan laut.
"Ada dua KRI yang selalu berpatroli di perairan sekitar Kepri. Kami rutin melakukan operasi untuk pengamanan perairan," kata dia.
Ia mengatakan, kasus perompakan di sekitar Kepri terus menurun. Kasus yang terjadi tinggal, perompakan kecil untuk memenuhi kebutuhan hudup sehari-hari saja. Tidak ada perompakan besar sampai pembajakan kapal.
"Kami akan terus melakukan patroli untuk mencegah semua bentuk perompakan di perairan Indonesia terutama wilayah barat," kata Pranyoto.
Pranyoto mengatakan, terus melakukan pengejaran terhadap perompak HM Leo I yang diperkirakan masih berada di perairan Kepri. (LNO/E001)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
