
Lava muncul di kawah Gunung Lewotobi, potensi erupsi eksplosif

Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi kemunculan material lava di dasar kawah Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berdasarkan pantauan terkini pada Selasa.
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan bahwa visualisasi tersebut diperkuat oleh rekaman gempa tremor harmonik yang berlangsung selama lima jam pada Senin (19/5), mengindikasikan suplai magma menuju permukaan.
“Pada fase ini, untuk membongkar material kubah lava yang berada di kawah diperlukan energi besar. Jika erupsi terjadi, sifatnya bisa eksplosif,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa malam.
Dalam kurun waktu 18 jam terakhir sejak Senin pukul 18.00 Wita hingga Selasa siang, Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat mengalami sejumlah erupsi dengan kolom letusan mencapai 1.000 hingga 4.000 meter di atas puncak. Letusan disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar jelas hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi.
Rekaman seismik menunjukkan terjadinya tujuh kali gempa letusan, sepuluh kali gempa hembusan, sepuluh kali gempa harmonik, satu gempa frekuensi rendah, dua gempa vulkanik dalam, serta dua gempa tektonik.
Meski tren kegempaan menunjukkan penurunan, keberadaan gempa vulkanik dalam menunjukkan aktivitas magmatik masih berlangsung. Oleh karena itu, status gunung api tetap berada pada Level IV (Awas).
Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi dan 7 kilometer ke arah sektor barat–timur laut. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Warga yang berada di kawasan rawan bencana diminta mewaspadai potensi banjir lahar jika hujan lebat terjadi, terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung seperti Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen.
“Masyarakat yang terdampak hujan abu sebaiknya menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan,” ujarnya
Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk sebagai rujukan tindakan tanggap darurat bencana.
Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu gunung berapi aktif di Nusa Tenggara Timur yang dalam beberapa hari terakhir kembali mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.
Gunung Dukono erupsi...
"Semburan kolom abu yang teramati setinggi 1.500 meter," kata petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Ternate, Selasa.
Erupsi Gunung Dukono itu mengeluarkan kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah Timur.
Erupsi gunung api itu berhasil terekam di seismogram dengan amax 34 mm, lama durasi 38.80 detik dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
"Saat ini kondisi gunung gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu masih berada pada status Level II atau Waspada,"ujarnya.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan, agar tidak beraktivitas mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," kata Bambang.
Dia meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Sebelumnya, pada Senin (19/5) sekitar pukul 06.51 WIT, dilaporkan gunung itu kembali menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.300 meter di atas puncak gunung.
Kolom abu Gunung Dukono yang teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah Timur dan erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo 34 mm dan durasi 63.62 detik dari pos PGA yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi: Lava muncul di kawah Lewotobi, potensi erupsi eksplosif
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
