
PLN Batam Bantah Paksakan Listrik Pra-Bayar

Batam (ANTARA Kepri) - PT Pelayanan Listrik Nasional Batam membantah telah memaksakan pelanggan baru menggunakan layanan listrik pra bayar.
"Pra bayar itu opsi, warga bisa memilih. Tidak dipaksakan," kata Direktur Utama PLN Batam Dadan Koerniadipura di Batam, Jumat.
Namun, kata dia melanjutkan, PLN memang menyarankan pelanggannya untuk menggunakan layanan listrik pra bayar.
Pelayanan listrik pra bayar dilakukan dengan pembelian daya di awal. Warga bisa membeli daya sesuai kebutuhan dan bisa diecer layaknya pulsa telepon selular. Jika daya yang dibeli habis, maka pelanggan bisa isi ulang.
Ia mengatakan sebenarnya PLN Batam menyediakan dua layanan paska-bayar dan pra-bayar. Namun, karena masyarakat banyak memilih paska-bayar, maka alatnya habis dan hanya tersisa pra-bayar.
"Sebenarnya yang disediakan banyak pasca-bayar. Tapi sekarang tinggal yang pra bayar. Tapi tetap optional," kata dia.
Menurut dia, PLN awalnya menduga pelanggan Batam banyak yang memilih pra-bayar, seperti yang terjadi di Jawa. Namun ternyata di Batam warga lebih memilih paska-bayar.
"Karena waktu uji coba di Jawa, orang enggak ada yang mau paska-bayar," kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan meminta PLN tidak mewajibkan pelayanan pra-bayar kepada masyarakat.
"Prabayar tidak bisa diwajibkan," kata Wali Kota.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan tarif listrik pra-bayar anak perusahaan Perusahaan Listrik Negara (Persero) itu masih dalam pembahasan.
"Nilainya (tarif) masih dalam pembahasan," kata dia.
Ia mengatakan akan mengharmonisasikan tarif listrik pra-bayar dengan paska-bayar.
Berbeda dengan daerah lain, tarif listrik di Batam ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui Peraturan Wali Kota karena PLN Batam adalah swasta anak perusahaan PLN Persero.
Mengenai Penyesuaian Tarif Listrik Batam, Hijazi mengatakan masih dalam pembahasan, namun kemungkinan tidak ada kenaikan harga.
"Satu dua hari ini ditetapkan," kata dia.(Y011/S006)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
