Logo Header Antaranews Kepri

Cindai Gelar Dialog Terbuka Kandidat Pilkada Tanjungpinang

Minggu, 30 September 2012 18:45 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Organisasi kemasyarakatan Cerdik Pandai Pemuda Melayu akan menggelar dialog terbuka calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dengan mengundang pemilih pemula dari 21 SMA dan sederajat, mahasiswa serta masyarakat umum.

"Dialog terbuka kandidat peserta pilkada dilaksanakan Sabtu (6/10) di Gedung Olahraga Kaca Puri, dengan jumlah peserta sekitar 5.000 orang. Kami yakin dialog ini menarik perhatian publik," ungkap Ketua Cerdik Pandai (Cindai) Pemuda Melayu, Edi Susanto, di Tanjungpinang, Minggu.

Ia mengatakan, dialog terbuka itu merupakan pesta rakyat dan juga kandidat. Pemilih memiliki kompetensi untuk bicara, bertanya, memberi kritik dan mendukung kandidat.

"Ini sebagai bagian dari keterbukaan antara calon pemimpin dengan rakyat," ungkapnya.

Edi mengemukakan, acara itu juga untuk membantu calon wali kota dan wakil wali menyosialisasikan diri, dan apa yang akan mereka lakukan jika terpilih menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Karena itu, kandidat dinilai tidak mengambil kesempatan emas dalam acara itu jika tidak menghadirinya.

"Kandidat yang tidak hadir tentunya semakin banyak dikiritik, karena dianggap tidak siap menghadapi rakyat," katanya.

Sosialisasi perlu dilakukan lantaran jumlah peserta dari pemilih pemula sangat banyak. Cindai mengundang sebanyak 30 orang pemilih pemula untuk satu SMA sederajat dan juga 30 orang untuk setiap jurusan di perguruan tinggi.

"Kebanyakan pemilih pemula tidak mengetahui latar belakang kandidat, karena itu acara ini sangat bermanfaat bagi mereka dan juga para kandidat. Dialog ini juga untuk mendukung program KPU Tanjungpinang meminimalisasi pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada 31 Oktober 2012," ujarnya.

Kandidat yang memiliki program kerja yang jelas dan terukur tentunya dapat menarik perhatian publik. Sementara kandidat yang memiliki latar belakang yang kurang baik, jangan berpikiran negatif saat dikritik oleh calon pemilih.

"Dialog ini jangan diartikan sebagai kampanye, karena itu hanya sebagai bentuk sosialisasi. Masyarakat tentunya harus tahu dan memahami latar belakang dan program kerja yang ditawarkan kandidat," ungkapnya. (KR-NP/A013)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026