Logo Header Antaranews Kepri

PLN Batam Jalin Kerjasama Bangun PLTG

Selasa, 16 Oktober 2012 20:17 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - PT Pelayanan Listrik Nasional (Bright PLN Batam/anak perusahaan PT PLN Persero) menandatangani Power Puschase Agreement (PPA) dengan PT Universal Batam Energi dan PT Mitra Energi Batam untuk pembangunan dua pembangkit listrik tenaga gas di Batam.

Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura di Batam Selasa mengatakan PT Universal Batam Energi menandatangani kerjasama untuk pembangunan PLTG Tanjung Uncang dengan kapasitas 2x35 MW.

Sedangkan PT Mitra Energi Batam untuk penambahan kapasitas PLTG Panaran I dengan "combine cycle dan chiller.

"Kedua kerjasama ini bagian dari rencana strategis kami dalam pembangunan pembangkit yang berkelanjutan pada kurun waktu 2012 sampai dengan 2016 di sistem Batam," ujar Dadan.

Tujuan pembangunan pembangkit-pembangkit tersebut, kata dia, selain untuk memenuhi pertumbuhan energi di Batam yang mencapai rata-rata 11 persen pertahun, juga untuk memenuhi kebutuhan Beban Puncak yang rata-rata tumbuh 10 persen.

"Selain itu penambahan kapasitas juga untuk menggantikan pembangkit berbahan bakar minyak yang membutuhkan biaya produksi jauh lebih tinggi seiring terus melambungnya harga minyak," kata dia.

Ia mengatakan, beberopa pembangkit tenaga minyak yang saat ini ada dengan daya mencapai 93 MW akan keluar (retired) dari sistem, karena kontraknya yang telah "expired" dan berbiaya mahal.

Di Batam, kata dia, saat ini terdapat pembangkit tenaga gas, minyak dan batubara. Semua pembangkit gas di Batam menggunakan gas yang bersumber dari Grisik Sumatera.

Namun untuk pembangunan PLTG di Tanjung Uncang yang bekerjasama dengan Universal Batam Energi akan menggunakan gas yang bersumber dari Natuna Barat dan akan masuk di sistem (grid) Batam.

"Rencananya pada 2014 nanti pembangkit tersebut bisa dioperasikan. Sehingga dengan menggunakan dua sumber gas akan memberikan keamanan bagi listrik di Batam saat salah satu mengalami gangguan," kata Dadan.

Sementara pembangunan combine cycle dan chiller dengan kapasitas total 26,6 MW yang dilakukan pada PLTG eksisting milik PT Mitra Energi Batam, katanya, akan meningkatkan efisiensi termal pembangkit karena memanfaatkan gas buang PLTG eksisting yang bisa menurunkan biaya pokok pembangkitan Sistem Batam.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026