Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri salurkan 45.000 bibit cabai gratis di Batam, Bintan dan Tanjungpinang

Sabtu, 19 Juli 2025 09:05 WIB
Image Print
Bibit cabai di UPTD Balai Benih Induk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Kabupaten Bintan. ANTARA/HO-Diskominfo Kepri

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyalurkan bantuan program ketahanan pangan berupa 45.000 bibit cabai gratis untuk tiga wilayah, yaitu Bintan 20.000 bibit, Tanjungpinang 20.000 bibit, dan Batam 5.000 bibit.

Distribusi bantuan cabai itu dilakukan secara serentak di tiga titik, yakni Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Provinsi Kepri untuk Kabupaten Bintan, lalu Jalan Jatayu di Kota Tanjungpinang, dan di Kota Batam, Jumat (18/7).

"Setiap warga akan menerima bantuan 20 bibit cabai, cukup dengan membawa fotokopi KTP, KK, dan wadah untuk membawa bibitnya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepri Rika Azmi dalam laporannya pada acara penyerahan bantuan di Balai Benih Induk Provinsi di Bintan.

Baca juga: Sabtu, cuaca Kepri diprakirakan cerah berawan

Rika menyampaikan program ini ditujukan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam cabai sendiri.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas yang berperan besar dalam fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Selain itu, menurutnya, kebutuhan cabai di Kepri saat ini mencapai sekitar 1.100 ton per bulan, sementara produksi lokal hanya mencapai 850 ton. Artinya, terdapat kekurangan sekitar 350 ton per bulan yang selama ini ditutup melalui pasokan dari luar daerah seperti Medan, Palu, NTB, hingga Jawa Barat.

"Melalui bantuan cabai ini, kami mengajak masyarakat gemar menanam di pekarangan rumah, minimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Rika.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya menyampaikan program ini adalah bagian dari upaya strategis pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan menurunkan angka inflasi melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pemprov Kepri dan BI perkuat kolaborasi mendorong penggunaan QRIS

Cabai merupakan kebutuhan harian, jika pasokannya kurang, maka harga naik dan otomatis inflasi ikut melonjak.

Dia menjelaskan ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah tidak boleh terus berlangsung, makanya Pemprov Kepri mendorong peningkatan produksi lokal, termasuk melalui gerakan menanam di pekarangan rumah oleh masyarakat umum, bukan hanya oleh petani.

“Kalau kita bisa produksi sendiri, kenapa harus terus bergantung daerah lain. Kita ingin menyusun neraca kebutuhan dan produksi yang seimbang agar harga stabil dan petani tetap untung,” ujar Ansar.

Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya tindak lanjut dari program ini. Menurutnya gerakan menanam harus diiringi dengan edukasi dan pemantauan agar bibit benar-benar tumbuh dan berproduksi.

Ia mengimbau pemerintah terkait dan masyarakat memanfaatkan bantuan bibit cabai ini dengan sebaik-baiknya.

"Kita akan evaluasi, dan melihat perkembangannya. Jangan sampai berhenti hanya di pembagian saja, tapi tak ada hasilnya,” kata Ansar menegaskan.

Baca juga:
Pemkab Natuna tingkatkan tipe Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak

Kejari Batam siapkan upaya hukum menghadapi putusan banding MT Arman



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026