Logo Header Antaranews Kepri

Tiga korban tewas dalam Pesta Rakyat rangkaian pernikahan anak KDM telah dimakamkan

Sabtu, 19 Juli 2025 13:04 WIB
Image Print
Sejumlah warga dan anggota Polri menghadiri pemakaman Bripka Cecep Saepul Bahri yang gugur saat bertugas pengamanan Pesta Rakyat dimakamkan di Kampung Sukadana Gandok, Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025). ANTARA/HO-Polres Garut

Garut (ANTARA) - Tiga korban tewas yakni dua warga sipil dan satu anggota Polri dalam insiden Pesta Rakyat rangkaian pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Jumat, (18/7)  telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di wilayahnya masing-masing di Garut.

"Sudah dimakamkan tadi malam," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi di Garut, Sabtu.

Ia menuturkan proses pemakaman semuanya sudah selesai dilaksanakan dengan berjalan lancar, termasuk yang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saepul Bahri dimakamkan di Kampung Sukadana Gandok, Kelurahan Kota Kulon, Garut Kota.

Khusus anggota Polri yang gugur, kata dia, digelar upacara penghormatan dengan melepaskan tembakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di institusi Polri.

"Upacara pemakaman dilangsungkan dengan penuh khidmat, disaksikan oleh keluarga, kerabat, dan jajaran kepolisian," kata Adhi.

Kepala Polsek Karangpawitan Kompol M Duhri yang memimpin upacara pemakaman mengatakan, institusi Polri berduka terhadap anggotanya yang gugur saat bertugas dan semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Penghormatan terakhir ini menjadi wujud penghargaan institusi atas jasa-jasa almarhum yang gugur dalam bertugas pada saat pengamanan kegiatan pesta rakyat Kabupaten Garut," kata Duhri.

Ketiga korban tewas dalam acara Pesta Rakyat rangkaian pesta pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dengan Maula Akbar putra dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yakni Vania Aprilia (8) warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Dewi Jubaedah (61) warga Kecamatan Sukawening, dan anggota Polri Cecep Saepul Bahri.

Ayah korban Vania, Apidin mengatakan kejadian yang menimpa anak tersayangnya dianggap sebagai musibah meski sedih dan tidak percaya dengan adanya kejadian tersebut.

Ia maupun istrinya  Mela menyampaikan tidak akan mengajukan tuntutan hukum kepada siapapun terkait insiden tersebut, dan berharap tidak terjadi lagi.

"Saya minta ke depan jangan terjadi lagi," katanya.

Terkait kejadian tersebut pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk kepentingan proses penyelidikan, dan rencana akan memeriksa sejumlah pihak terkait.


Baca selanjutnya,
Polisi olah TKP...

  Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan bersama jajarannya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di pesta rakyat di Pendopo Kabupaten Garut yang menyebabkan tiga orang tewas, satu di antaranya anggota Polri.

Kapolda Jabar mengecek langsung gerbang utama tempat tragedi warga berkerumun dan berdesak-desakan. Kemudian alur pembagian makanan gratis yang dilakukan sejak Jumat (18/7) malam sampai Sabtu dini hari.

Kapolda juga menanyakan langsung ke sejumlah petugas keamanan dari unsur Polri maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut terkait sistem pengamanan, mulai dari gerbang masuk warga dan keluar kawasan Pendopo, termasuk jalur kendaraan saat mobil ambulans membawa korban.

"Semua dilakukan sesuai prosedur, dari perizinan, prediksi potensi kerawanan, hingga penempatan personel di lapangan," kata Rudi.

Kepolisian melakukan pendalaman dengan investigasi tentang insiden kegiatan pesta rakyat yang menyebabkan dua korban jiwa warga dan satu anggota Polri.



Pihaknya juga akan melakukan pendalaman dan melakukan investigasi tentang peristiwa ini yang terjadi sehingga mengakibatkan ada tiga yang meninggal dunia.

Ia mengatakan, penyelidikan yang dilakukan Kepolisian untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak dan siapa yang harus bertanggungjawab dalam peristiwa tersebut.

Setelah mengumpulkan informasi dan alat bukti dari olah TKP, selanjutnya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait untuk proses penyelidikan.

"Secepatnya kita mengumpulkan informasi-informasi lain sehingga nanti adanya pemanggilan atau proses penyelidikan-penyelidikan kita sudah mempunyai data yang cukup," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya juga melakukan pengecekan internal Kepolisian yang hasilnya Polres Garut seperti biasanya setiap ada kegiatan masyarakat selalu melakukan pengamanan.



Polres Garut, ada permintaan dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk melakukan pengamanan setiap rangkaian kegiatan pesta rakyat yang tentunya sebelum dilaksanakan harus sesuai dengan prosedur.

"Ini sudah ditempuh sesuai dengan prosedur, dari bagian perizinan telah mengeluarkan perkiraan-perkiraan potensi-potensi gangguan yang akan terjadi dan sudah disiapkan penanggulangannya," katanya.

Peristiwa di Pendopo itu menyebabkan 26 orang harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan tiga orang meninggal dunia.

Yakni seorang anak usia delapan tahun Vania Aprilia warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota. Kemudian Dewi Jubaeda (61) dan seorang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tiga korban tewas dalam insiden Pesta Rakyat di Garut dimakamkan

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026