Logo Header Antaranews Kepri

Solar Subsidi Langka di Batam

Senin, 19 November 2012 20:49 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pasokan solar subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Batam habis sehingga menyebabkan antrean panjang.

"Saya sudah keliling cari solar tapi habis," kata warga Batam Syolihin di Batam, Senin.

Ia mengatakan di beberapa SPBU yang terdapat di Tiban dan Batu Aji, solar kosong.

Sementara antrean solar di SPBU Sei Ladi hingga mengular ke luar SPBU sekitar 150 meter.

Petugas SPBU mengatakan pasokan solar baru masuk, sehingga BBM subsidi itu baru bisa disalurkan.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar mengatakan antrean solar dan premium di beberapa SPBU terjadi karena BBM baru diantar.

"Antrean terjadi karena hari libur BBM tidak diantar, jadi yang belum mengisi hari sebelumnya terpaksa mengantre," kata dia.

Pemkot Batam sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, kata dia. Dan menurut Pertamina pasokan dua bahan bakar subsidi itu tidak dikurangi.

"Justru untuk premium ditambah sekitar 1.000 ton dari kuota rata-rata tiap bulan," kata dia.

Pada November, Pertamina memasok lebih dari 19.000 ton premium, padahal pada bulan-bulan sebelumnya BBM yang disubsidi sekitar 18.000 ton.

Sedangkan pasokan solar didistribusikan normal, sekitar 6.000 ton tiap bulan, kata dia.

Untuk mengantisipasi kekurangan solar, pemkot akan meminta tambahan kuota premium dan solar.

Selain meminta penambahan kuota premium, ia mengatakan solusi kelangkaan bahan bakar adalah pembatasan pengguna BBM subsidi.

"Saat ini, semua hendak pakai premium. Nantinya bisa dibatasi sesuai dengan cc kendaraan, jadi kendaraan dengan cc tertentu tidak boleh lagi pakai premium, harus pertamax plus," kata dia.

Sementara itu, puluhan kendaraan antre BBM di SPBU Sei Ladi. Sedangkan SPBU Tiban Lama memasang tanda premium habis. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026