Satgas pangan pastikan tidak ada beras oplosan beredar di Tanjungpinang

id satgas pangan, beras oplosan

Satgas pangan pastikan tidak ada beras oplosan beredar di Tanjungpinang

Salah satu distributor beras yang beroperasi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) memastikan tak ada beras oplosan beredar di wilayah itu, berdasarkan hasil inspeksi mendadak di sejumlah distributor, pedagang, hingga swalayan.

"Dari hasil pemeriksaan di lapangan, sampai saat ini belum ditemukan peredaran beras oplosan di Tanjungpinang," kata Ketua Tim Satgas Pangan Polresta Tanjungpinang AKP Agung Tri Poerbowo, di Tanjungpinang, Senin.

AKP Agung menyebut beras oplosan adalah campuran beras dari beberapa jenis atau kualitas berbeda yang kemudian dijual dengan label beras premium atau medium, namun tidak sesuai dengan isi sebenarnya. Sampai sejauh ini, pihaknya juga belum menemukan adanya praktik beras oplosan tersebut.

Kendati begitu, katanya, aparat kepolisian bersama instansi terkait tetap meningkatkan pengawasan secara berkala guna mencegah terhadap kemungkinan adanya praktik beras oplosan di kota itu.

"Kami mengawasi ketat proses distribusi bahan pokok, khususnya beras agar berjalan sesuai prosedur dan mekanismenya," ujar dia.

AKP Agung menegaskan apabila ditemukan penyimpangan dalam hal distribusi beras oplosan, maka kepolisian siap menindak tegas pihak-pihak terlibat sesuai hukum yang berlaku.

Masyarakat turut diimbau segera melapor ke aparat penegak hukum (APH) jika menemukan indikasi peredaran beras oplosan di Tanjungpinang.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Polri pastikan menindak tegas pelaku beras oplosan," kata Agung menegaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan Pemerintah Pusat telah merilis sebanyak 212 merek beras yang tidak memenuhi standar mutu dan regulasi.

Dia menegaskan sampai saat ini merek-merek beras dimaksud belum ditemukan beredar di Tanjungpinang.

"Belum ada. Tanjungpinang masih aman dari beras oplosan, dan kami pantau terus penyalurannya di lapangan," kata Robert.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE