Natuna (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Hitam, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), kembali menyajikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk makanan basah kepada para penerima manfaat.
Kepala SPPG Batu Hitam Natuna Lutshia Widi Febiana di Natuna pada Selasa mengatakan menu makanan basah yang dimaksud berupa nasi dan lauk pauk lainnya. Menu tersebut kembali diberikan sejak Senin (28/7).
Menurutnya, selama libur sekolah hingga kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapur SPPG menyajikan MBG dalam bentuk makanan kering, seperti roti, tahu, tempe, dan lainnya.
“Untuk menu hari ini terdiri dari nasi kuning, ayam goreng, tempe orek, acar timun, dan buah semangka,” ucap dia.
Ia menambahkan menu MBG disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di wilayah sekitar. Meski demikian menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima, karena sebelum disajikan menu sudah melewati proses kajian oleh ahli gizi SPPG.
Baca juga: Pemkab Natuna: Edukasi anti kekerasan penting untuk cegah anak jadi korban
Pengantaran makanan, lanjutnya, juga disesuaikan dengan jam belajar siswa agar makanan tetap terjaga kualitasnya dan bisa langsung disantap saat diterima.
“Untuk harga makanan di setiap jenjang pendidikan tidak berbeda,” ujar dia.
Sementara itu Ahli Gizi SPPG Batu Hitam Natuna Sapira Hastari mengatakan menu MBG yang disajikan di setiap jenjang pendidikan sama, namun kandungan gizinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang.
Menurut dia, Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai 3 adalah 681,5 kilokalori (kkal) energi, 24,2 gram protein, 37,9 gram lemak, 64,5 gram karbohidrat, dan 5,6 gram serat.
"Sementara untuk siswa SD kelas 4-6, SMP, dan SMA, kandungannya adalah 851,4 kkal energi, 35,5 gram protein, 34,0 gram lemak, 101,4 gram karbohidrat, dan 6,2 gram serat,” ucap dia.
Baca juga: PPA Natuna berikan konseling keluarga rentan kekerasan di pulau terluar
Baca juga: Pemkab Natuna sediakan beasiswa di 5 perguruan tinggi

Komentar