
Jumlah Rekening BPR Seluruh Indonesia Menurun

Batam (ANTARA Kepri) - Jumlah rekening bank perkreditan rakyat di seluruh Indonesia menurun pada September 2012.
Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia Joko Suyanto di Batam, Senin, mengatakan beberapa sebab menurunnya jumlah rekening, di antaranya masuknya bank-bank asing dan menurunnya kebutuhan modal kerja.
"Prinsip dasar kemungkinan terjadi. Sebuah persaingan industri yang sama (dengan bank asing-red)," kata dia.
Selain karena persaingan dengan bank asing dan menurunnya rekening BPR disebabkan berkurangnya jumlah nasabah yang membutuhkan modal kerja.
Banyaknya rekening yang tutup karena tidak produktif atau memiliki kredit macet juga menyebabkan nilai rekening BPR menurun.
Meski secara persentase penurunan rekening di bawah satu persen, namun Perbarindo mewaspadai dengan melakukan berbagai strategi perbankan.
Sementara jumlah rekening menurun, nasabah BPR terus meningkat sepanjang tahun. Sampai September 2012, pertumbuhan nasabah BPR mencapai 1,35 persen.
Idealnya, kata dia, pertumbuhan BPR horizontal dengan peningkatan nasabah dan rekening.
"Harapannya, bertumbuhnya BPR seiring dengan nasabah. Itu tantangan," kata dia.
Menurut dia, BPR memiliki konsumen fanatik.
"Pertimbangannya tidak hanya suku bunga, tapi pertimbangan kecepatan, kesederhanaan persyaratan," kata dia.
Kebanyakan, nasabah BPR adalah Usaha Mikro, Kecil Menengah dan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Ia mengatakan BPR memperkenalkan sistem perbankan kepada masyarakat kecil sehingga keuangan ekonomi kerakyatan meningkat.
"Kami di antara yang terdepan memperkenalkan perbankan kepada masyarakat marginal. Kami yang mendidik untuk menabung di bank," kata dia.
Di seluruh Indonesia, terdapat 1.669 unit BPR dengan total aset Rp63 triliun.
BPR di seluruh Indonesia memiliki nasabah 12,5 juta orang, yang delapan juta di antaranya adalah penabung, sedang 3,5 juta lainnya peminjam. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
