Logo Header Antaranews Kepri

Fraksi PKS Minta Mafia Minyak Diberantas

Senin, 26 November 2012 17:18 WIB
Image Print
Antrian panjang kendaraan di SPBU Sekupang, Batam, Senin (26/11). Antrian panjang di sejumlah SPBU menyebabkan kemacetan. (kepri.antaranews.com/Dedi)

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kepulauan Riau meminta aparat hukum untuk memberantas mafia minyak yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak sejak beberapa pekan terakhir.

"Sangat ironis, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai daerah penghasil minyak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak, kami harapkan aparat memberantas mafia minyak tersebut," kata Ketua Fraksi PKS, Abdul Rahman Lc sebelum menyampaikan pandangan fraksinya dalam paripurna RAPBD 2013 di Tanjungpinang, Senin.

Abdul Rahman mengatakan, perlu langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat hukum agar tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak yang merugikan masyarakat.

"Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga pernah mengatakan bahwa Kepri salah satu daerah yang menjadi tempat kebocoran bahan bakar minyak," kata Abdul Rahman.

Di Tanjungpinang, kelangkaan bahan bakar minyak sejak beberapa pekan terakhir mulai terjadi, terutama bahan bakar jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sementara di Batam, kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar dan premium juga terjadi, bahkan stok di sejumlah SPBU habis.

ANTARA melaporkan, di SPBU Tiban Lama, Batam, Senin antrean motor dan mobil pribadi serta truk mencapai sekitar 500 meter.

Antrean pembeli BBM bersubsidi di SPBU Pelita mengular sekitar 500 meter dari arah kiri dan kanan jalan, hingga menyebabkan macet ke arah Nagoya maupun Batu Ampar.

Sama dengan Tiban Lama dan Pelita, antrean solar dan bensin di SPBU Sei Ladi hingga ke luar areal SPBU sekitar satu km. Sedangkan di SPBU Tiban Baru dan SPBU Sei Temiang, stok solar dan premium habis.

Rani, warga Tiban mengatakan sudah berkeliling sejak pukul 08.00 hingga 9.30 WIB mencari premium. "Saya sempat antre di Tiban Baru, pas giliran saya, bensin habis."

Senada dengan Rani, pengendara taksi, Awaluddin mengatakan sudah keliling untuk mencari premium, namun selalu kehabisan. Di jalan, mobil mogok akibat kehabisan bahan bakar.

"Bensinnya habis," kata pemilik kendaraan saat berhenti di sekitar Tiban.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di Kota Batam, Senin.

Sebelumnya, kuota bahan bakar minyak subsidi Kota Batam hingga pekan terakhir November 2012 sisa dua persen dari alokasi 100 persen sepanjang tahun.

"Sebanyak 98 persen kuota BBM sudah didistribusikan, sekarang tinggal 2 persen saja," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Minggu.

Padahal, jika mengambil rata-rata distribusi per bulan 8,33 persen, seharusnya kuota BBM untuk Batam masih ada sekitar 10 persen.

Hal itu yang menyebabkan langkanya BBM bersubsidi di hampir seluruh SPBU di Batam. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026