Logo Header Antaranews Kepri

Mentrans: Usulan penundaan investasi di Rempang hanya di area tertentu

Jumat, 1 Agustus 2025 17:55 WIB
Image Print
Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara berfoto bersama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Jumat (1/8/2025). ANTARA/HO-Humas Umrah

Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan usulan penundaan investasi di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) hanya berlaku di area atau lokasi tertentu yang masih terdapat resistensi atau penolakan masyarakat.

"Perlu saya sampaikan bahwa usulan penundaan investasi itu tidak untuk wilayah Rempang secara keseluruhan, tetapi pada lokasi tertentu, seperti di kawasan Sembulang," kata Mentrans Iftitah usai melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Jumat.

Menurutnya di lokasi yang masyarakatnya masih mengalami resistensi itu, perlu dilakukan pendekatan lebih lanjut melalui dialog/diskusi bersama guna menjelaskan apa dan manfaat investasi itu bagi masyarakat sekitar.

"Sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat, mereka maunya seperti apa," ujarnya.

Baca juga: Natuna perluas Program MBG kelompok 3B untuk turunkan stunting

Di sisi lain, Menteri Iftitah justru sangat mendorong beberapa titik lainnya di Pulau Rempang yang masyarakatnya sudah membuka diri, segera memulai investasi supaya masyarakat percaya bahwa investasi itu betul-betul nyata dan membawa manfaat positif bagi mereka, misalnya menyerap tenaga kerja.

Oleh karena itu, Menteri Iftitah juga meminta bantuan mahasiswa KKN Umrah yang khusus ditugaskan ke Pulau Rempang agar memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas penduduk lokal, karena biasanya kekhawatiran masyarakat kalau ada investasi masuk, mereka merasa terpinggirkan.

"Mahasiswa diharapkan mampu memberdayakan penduduk lokal, sehingga ketika ada investasi masuk, mereka bisa langsung terserap lapangan kerja oleh industri," ujarnya.

Baca juga: 215.722 wisman kunjungi Kepri selama Juni 2025

Ia juga mengharapkan mahasiswa KKN Umrah menjadi jembatan kepada masyarakat dalam hal komunikator terkait arah program dan kebijakan pembangunan nasional dengan bahasa yang membumi dan solutif, khususnya soal investasi di Pulau Rempang.

Mahasiswa KKN pun diminta dapat menjaga iklim yang kondusif, menghadirkan ruang dialog, dan membangun kepercayaan masyarakat setempat.

"Intinya, dalam konteks investasi atau pembangunan, transmigrasi bisa menjadi jembatan yang baik antara kepentingan bangsa, negara, serta rakyat," ucapnya.

Menteri Iftitah secara simbolis melepas 1.284 mahasiswa Umrah untuk menjalankan KKN 2025 di tiga wilayah Kepri, meliputi Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam mulai tanggal 1 sampai 31 Agustus 2025.

Baca juga:
Polres Natuna ajak warga perbatasan kibarkan bendera selama bulan Agustus

Menteri Transmigrasi lepas 1.284 mahasiswa KKN UMRAH 2025 di Kepri



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentrans: Usulan penundaan investasi Rempang hanya di area tertentu



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026