
Hamas ajukan syarat ratusan truk bantuan masuk ke Gaza untuk lanjutkan perundingan

Moskow (ANTARA) - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menuntut agar ratusan truk bantuan diizinkan masuk ke Jalur Gaza sebagai prasyarat untuk melanjutkan perundingan dengan Israel, demikian menurut harian The Jerusalem Post, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Rusia RIA Novosti, Senin.
Mengutip sumber terkait, The Jerusalem Post menyampaikan bahwa tuntutan tersebut telah disampaikan kepada para mediator dalam beberapa hari terakhir.
Surat kabar itu juga melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk merumuskan kesepakatan baru dengan Hamas.
Baca juga: Kematian anak-anak Gaza kian memburuk
Presiden AS Donald Trump, melalui utusannya Steve Witkoff, dikabarkan telah memberi tahu kepada keluarga sandera Israel bahwa kedua negara sedang menyusun kerangka perjanjian untuk mengakhiri perang dan membebaskan para tawanan.
Namun hingga kini, menurut surat kabar itu, belum jelas apakah rencana tersebut akan diumumkan secara resmi dan apakah akan mencakup ultimatum kepada Hamas.
Setelah kunjungan Witkoff, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu disebut tengah mengadakan diskusi tentang masa depan konflik di Gaza. Pertemuan yang lebih luas dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/8).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hamas ajukan syarat ratusan truk bantuan untuk lanjutkan perundingan
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
