Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna siapkan lapangan kerja untuk lulusan Akademi Metrologi

Minggu, 10 Agustus 2025 09:10 WIB
Image Print
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Faisal Firman di ruangan kerjanya pada Selasa (22/7/2025). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyiapkan lapangan kerja bagi lulusan Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) yang merupakan penerima beasiswa hasil kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Faisal Firman, dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan formasi pekerjaan yang disiapkan berada di lingkup Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna, melalui mekanisme pengadaan aparatur sipil negara (ASN).

“Saat ini, Disperindagkopum sedang memetakan kebutuhan pegawai, khususnya untuk tenaga metrologi,” kata Faisal.

Ia menjelaskan, pada 2026 akan ada tiga orang putra-putri asal Natuna yang menyelesaikan pendidikan Diploma 3 di Akmet. Ketiganya merupakan penerima beasiswa kerja sama antara Pemkab Natuna dengan Kemendag.

Salah satu poin dalam perjanjian kerja sama tersebut, menurut Faisal, adalah kewajiban pemerintah daerah untuk memberdayakan para penerima beasiswa setelah mereka lulus, salah satunya melalui formasi ASN.

“Tahun depan ada tiga orang yang akan lulus. Sesuai komitmen antara pemerintah daerah dan Akmet, pihak Sekretariat Jenderal (Kemendag) juga sudah menyampaikan bahwa setelah lulus, mereka harus diberdayakan,” ujar dia

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ketiga lulusan pada 2026 merupakan penerima beasiswa angkatan 2023. Sementara itu, ada lima penerima beasiswa 2024 dijadwalkan lulus pada 2027.

“Total ada delapan orang penerima beasiswa. Untuk 2025 memang tidak ada beasiswa, namun kerja sama antara Pemkab dan Kemendag masih tetap berjalan. Anak-anak Natuna tetap bisa masuk Akmet melalui jalur reguler, jika tidak lewat kerja sama susah masuknya,” ucap Faisal.

Ia menambahkan lulusan Akmet tergolong langka dan dibutuhkan, tidak hanya di sektor pemerintahan, tetapi juga di sektor swasta, terutama di bidang pengukuran dan kalibrasi.

“Mereka sangat dibutuhkan, apalagi di sektor-sektor strategis seperti minyak dan gas (migas). Bahkan di sektor pariwisata pun metrologi sangat berperan penting. Oleh karena itu, lulusan dari Natuna harus kita tarik kembali untuk membangun daerah,” ucap dia.

Sementara Kepala Disperindagkopum Natuna Marwan Sjah Putra mengatakan mereka telah memetakan kebutuhan ASN untuk bidang Metrologi.

Ia menyebut, pemetaan sudah disampaikan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Manusia (BKPSDM) Natuna untuk ditindak lanjuti.

"Sekitar 10 orang yang kita butuhkan, dan sudah kita proses," ucap dia.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026