Logo Header Antaranews Kepri

TNI ajak demonstran di Mako Brimob dialog dan hentikan pelemparan

Jumat, 29 Agustus 2025 10:59 WIB
Image Print
Personel TNI AL mengajak demonstran di depan Mako Brimob untuk tidak melakukan aksi provokasi dan pelemparan kepada petugas pada Jumat (29/8/2025). (ANTARA/Mario Sofia Nasution).

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah personel TNI AL mengajak massa demonstran di Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, untuk berdialog dan menghentikan pelemparan kepada petugas pada Jumat pagi.

Demonstran yang terdiri dari warga dan pengemudi ojek daring yang melakukan pelemparan dan melakukan aksi provokasi itu diminta agar tenang.

Berdasarkan pantauan ANTARA, personel TNI memasuki lokasi unjuk rasa di depan barikade personel Brimob sekitar pukul 09.45 WIB, dan meminta massa agar tidak melakukan pelemparan.

Sempat terjadi dialog antara personel TNI dengan massa terkait pelemparan yang mereka lakukan di Mako Brimob.

Namun, massa kembali melempar botol air mineral ke arah petugas Brimob. Tapi tak lama kemudian, pelemparan itu dapat diredam kembali.

Sebelumnya, demonstran melempari petugas yang berjaga di Mako Brimob di daerah Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Massa terus mencoba mendekat sambil melempari petugas dengan benda keras, seperti kayu.

Massa juga melakukan provokasi dengan mengucapkan kata-kata yang bertujuan memancing petugas agar keluar dan mengejar mereka.

Sementara itu, puluhan personel Brimob membangun barikade dengan tameng dan kelengkapan lainnya di sisi kiri Mako Brimob.

Petugas berupaya memukul mundur demonstran yang terus melempari mereka.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa di Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8) dan insiden yang menewaskan seorang pengendara ojek online bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis malam. 

 

Baca selanjutnya
Penegakkan hukum kasus ojol...

 Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta agar penegakan hukum terhadap anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang melindas pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan dengan kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi aksi unjuk rasa sehingga menyebabkan korban meninggal dunia, Kamis (28/8) malam, harus dilakukan transparan.

Dia pun meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindak tegas anggota Satbrimob Polda Metro Jaya tersebut untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

“Anggota polisi yang menabrak dan melindas almarhum Affan harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan agar keluarga korban mendapat keadilan,” kata Abdullah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia juga mengingatkan kepolisian agar mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi.


Menurut dia, tindakan represif hanya akan memperburuk suasana dan melukai kepercayaan publik.

“Polisi harus melakukan pengamanan demo secara humanis dan tidak menggunakan kekerasan terhadap peserta aksi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Dia mengimbau pula masyarakat yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai dengan tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.

“Demonstrasi adalah hak konstitusional, tapi harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan sampai merugikan masyarakat luas,” katanya.

Tak lupa, ia pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan (20) tersebut.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya sahabat Affan Kurniawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," kata dia.
 

Seperti diketahui, demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR berakhir ricuh pada Kamis (28/8) malam.

Akibatnya kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan.

Dalam kerusuhan tersebut, seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob yang diduga terjadi di wilayah Pejompongan.

Kendaraan taktis tersebut lanjut memacu kecepatan dan meninggalkan lokasi setelah kejadian, sementara korban meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim mengatakan sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden tersebut.

Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kerusuhan itu terjadi.

Ketujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI ajak demonstran di Mako Brimob berdialog dan hentikan pelemparan

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026