Logo Header Antaranews Kepri

Mortir di rumah warga di Tanjungpinang dievakuasi Brimob

Jumat, 26 September 2025 06:45 WIB
Image Print
Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau mengevakuasi temuan bom mortir dari rumah salah seorang warga di Lorong Gurindam, Jalan Teladan, Kota Tanjungpinang, Kamis (25/9/2025). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah Kepulauan Riau di Kabupaten Bintan mengevakuasi bom jenis mortir yang ditemukan di rumah seorang warga di Lorong Gurindam, Jalan Teladan, Kota Tanjungpinang, Kamis sore.

Sejumlah personel Brimob berseragam lengkap tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, lalu dengan sigap mengamankan sekaligus membawa bahan peledak tersebut menggunakan bungkusan hitam.

"Untuk sementara kita bawa dulu ke tempat yang lebih aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," kata Wakil Komandan Batalyon Pelopor B Ajun Komisaris Polisi Gun Gun usai proses evakuasi.

AKP Gun Gun menyebut pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Satuan Brimob Polda Kepri untuk tindak lanjut penanganan bom tersebut.

Ia belum mengetahui apakah bom itu masih aktif atau tidak, demikian pula dengan jenis dan tahun pembuatannya, karena seluruhnya tertutup karat.

Kendati begitu, ia memastikan kalau benda ini merupakan bom jenis mortir.

"Untuk lebih jelasnya akan diselidiki oleh Tim Gegana. Kami hanya mengevakuasi," ujar Gun Gun.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Tanjungpinang Barat Iptu Missyamsu Alson menyampaikan bom mortir itu memiliki berat delapan kilogram dan panjang 38 centimeter.

Bom tersebut pertama kali ditemukan seorang nelayan bernama Among saat menangkap atau menjaring ikan di Pulau Bayan pada Rabu (24/9).

"Barang itu tersangkut di jaringnya, lalu dibawa pulang ke rumah," kata Alson.

Menurut Lopin, anak dari Among, awalnya sang ayah mengira bom itu cuma besi tua, bahkan berencana menjualnya di tempat penampung bahan-bahan bekas.

Namun, Lopin mencurigai kalau benda itu bukan besi tua biasa. Ia memotretnya lalu dicek melalui laman Google, hasilnya ternyata menyerupai bom mortir.

"Saya lapor Ketua RT dan Bhabinkamtibmas. Tak lama, polisi langsung datang ke rumah," ucap Lopin.

Situasi di rumah Among sejak Kamis pagi hingga sore hari dipasangi garis polisi. Ia dan keluarga terpaksa mengosongkan rumahnya untuk sementara waktu.



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026