Logo Header Antaranews Kepri

Basarnas kerahkan 430 personel gabungan untuk cari heli jatuh di hutan Kalimantan

Selasa, 2 September 2025 15:21 WIB
Image Print
Ilustrasi: Bupati Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, Andi Rudi Latif (tengah) didampingi Komadan Kodim 1022/TNB Letkol Inf Zierda Aulia Salam (dua kiri) dan Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya (kanan) melakukan koordinasi pembantukan satgas cepat penyelamatan korban kecelakaan helikopter diduga jatuh di Kecamatan Mentewe Tanah Bumbu, Selasa (2/9/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Tanah Bumbu

Jakarta (ANTARA) - Basarnas mengerahkan 430 personel gabungan untuk mencari helikopter tipe BK117 D3 milik Estindo Air yang diduga jatuh setelah hilang kontak di hutan Kalimantan, wilayah Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Selasa, mengatakan helikopter tersebut membawa delapan orang penumpang, terdiri atas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).

Mereka adalah Kapten Haryanto (Pilot), Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa (penumpang).

Sejak menerima laporan itu Basarnas telah mengerahkan tim SAR gabungan dari Kantor SAR Banjarmasin dan Palangkaraya, TNI, Polri, BPBD, PMI, Damkar, dan potensi SAR lainnya yang secara keseluruhan berjumlah 430 orang.

Pencarian tersebut dilakukan melalui jalur darat, udara, serta dukungan teknologi seperti drone termal untuk mendeteksi panas tubuh.

Sementara upaya pencarian udara turut dibantu helikopter AW169 milik Polda Kalimantan Tengah. Namun, menurut Edy, helikopter itu sempat gagal menjangkau lokasi akibat cuaca buruk dan kembali ke Bandara Cilik Riwut di Palangka Raya.

 

Selain itu Basarnas juga mendapat dukungan Helikopter Bell 505 dari BNPB dengan pola pencarian sektor seluas 78,5 nautical miles persegi. Di darat, tiga tim gabungan menyisir area seluas 15 nautical miles persegi.

Baca selanjutnya
Heli hilang kontak bawa delapan penumpang...



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026