Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna Kepulauan Riau mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membuka peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan perekonomian.
Wakil Bupati Natuna Jarmin di Natuna, Selasa mengatakan saat ini telah beroperasi dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas memproduksi sekaligus mendistribusikan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat program MBG.
Kedua SPPG ini diperkirakan melayani 5.000 jiwa penerima manfaat program MBG, yang terdiri atas pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ia menjelaskan, keberadaan Program MBG secara langsung membuka peluang petani memasarkan hasil pertanian mereka.
Oleh karena itu petani diimbau untuk berkoordinasi dengan SPPG dan menjaga kualitas hasil pertanian agar bisa digunakan oleh SPPG.
“Kalau sebelumnya petani kita kesulitan menjual hasil panen, kini ada SPPG yang membutuhkan bahan pangan segar. Ini peluang besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurut Jarmin, Pemkab Natuna telah melakukan pertemuan dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan pegawai BGN yang ditugaskan menjadi koordinator atau kepala SPPG di Natuna.
Dalam beberapa pertemuan yang dilakukan Pemkab Natuna mendorong SPPG untuk mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal.
Dorongan yang dilakukan yaitu dengan memberikan informasi kepada SPPG terkait keberadaan petani buah dan sayur lokal.
“Kalau bisa, ayam segar dan hasil petani lokal diprioritaskan. Jika pasokan terbatas, barulah ditambah dari sumber lain,” ucap dia.
Ia menegaskan, Program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang bertujuan memperbaiki gizi anak bangsa untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa juga telah mengingatkan pengawas makanan agar menjaga keamanan dan mutu bahan pangan .
“Saya minta pengawas dapur lebih teliti. Makanan yang sudah basi jangan sampai tersaji, karena bisa berubah menjadi racun dan berbahaya bagi kesehatan penerima,” kata dia.

Komentar