
Polres Lingga cegah kenakalan remaja lewat edukasi ke sekolah-sekolah

Batam (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Lingga, Polda Kepri, mencegah kenakalan remaja dengan melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
"Polres Lingga melaksanakan sosialisasi terkait potensi terjadinya kenakalan remaja secara rutin," kata Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan dikonfirmasi di Batam, Rabu.
Dia menjelaskan kegiatan edukasi dan sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan permintaan sekolah, terutama di awal tahun ajaran baru. Tetapi juga dilakukan secara informil, yakni melakukan bentuk-bentuk imbauan sosialisasi dan kegiatan edukasi lainnya.
Seperti, lanjut dia, menyapa anak-anak di jalanan, berkomunikasi dengan anak-anak yang sedang berkumpul.
"Bahkan ada polsek yang melindungi dan menyekolahkan anak yang kurang mampu," ujarnya.
Edukasi dan sosialisasi cegah kenakalan remaja ini dilaksanakan oleh satuan fungsi yang ada di Polres Lingga dan polsek jajaran, seperti Binmas melalui Bhabinkamtibmas, reserse kriminal, reserse narkoba dan lalu lintas.
"Hingga September ini sudah hampir sekolah yang kami datangi, karena Bhabinkamtibmas yang tersebar di desa-desa melakukan tugas edukatif tersebut," kata Pahala.
Pada Selasa (2/9), anggota Polres Lingga mendatangi SMA Negeri 2 Dabo Singkep melaksanakan sosialisasi membangun generasi muda berkarakter dan bebas dari perilaku menyimpang.
Baca juga: BPJS-TK Batam bayar klaim Rp425 miliar hingga September 2025
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Lingga AKP Sri Budianto mengatakan edukasi dan sosialisasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polres Lingga terhadap masa depan para pelajar sekaligus sebagai langkah preventif untuk mengurangi angka kenakalan remaja di wilayah hukum Polres Lingga.
Menurut dia, edukasi dan sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, juga bertujuan untuk membentuk karakter dan kesadaran sosial siswa sejak dini.
"Kami ingin para siswa tidak hanya memahami dampak buruk dari kenakalan remaja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan setiap bentuk perilaku menyimpang di lingkungan mereka. Mereka harus menjadi agen perubahan di sekolah maupun di masyarakat," kata Sri.
Dalam sesi sosialisasi, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), serta dampak hukum dan sosial dari tindakan tersebut. Siswa juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman yang relevan dengan situasi yang mereka hadapi di lingkungan sekitar.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Dabo Singkep mengapresiasi perhatian dan dukungan Polres Lingga dalam membina mental serta moral generasi muda.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, dia berharap para pelajar dapat lebih memahami pentingnya menjaga perilaku, menjauhi tindakan negatif, dan turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, serta kondusif untuk belajar dan berkembang.
Baca juga: BPJS-TK Batam ajak pekerja informal miliki perlindungan
Baca juga: Disdukcapil catat 61 persen anak di Kota Batam sudah punya KIA
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
