
Perum Bulog siapkan 1.307 ton cadangan beras pemerintah di Natuna

Natuna, Kepri (ANTARA) - Perum Bulog menyiapkan sebanyak 1.307 ton cadangan beras pemerintah (CBP) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, untuk memastikan ketersediaan dan menstabilkan harga beras bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Delly Bayu Putra dikonfirmasi dari Natuna, Kepri, Kamis, mengatakan stok tersebut tersimpan di dua gudang, yaitu 830 ton di Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, serta 477 ton di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat.
"Total stok CBP yang ada di kedua gudang 1.307 ton," ucap dia.
Baca juga: Bulog salurkan 374 ton beras SPHP kepada masyarakat Natuna
Delly menuturkan beras CBP yang tersedia merupakan beras kualitas medium. Di Natuna, penyaluran CBP dilakukan melalui dua program, yaitu bantuan pangan beras dan stabilisasi pasokan serta harga pangan (SPHP).
Program bantuan beras ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, berdasarkan data penerima manfaat dari pemerintah.
Sepanjang tahun ini, Bulog telah menyalurkan 73,3 ton beras bantuan untuk 3.665 penerima manfaat di Natuna, dengan alokasi 20 kilogram per keluarga, untuk bantuan dua bulan.
Sementara itu, program SPHP disalurkan melalui mekanisme subsidi. SPHP bisa masyarakat dapatkan dengan mitra resmi Bulog dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp65.500 perkemasan lima kilogram. Sepanjang 2025 telah disalurkan 374 ton CBP melalui program SPHP.
Baca juga: SPPG Polda Kepri akomodasi permintaan menu MBG para siswa
Selain melalui mitra di Natuna, penyaluran CBP melalui program SPHP juga dilakukan melalui kegiatan gerakan pangan murah (GPM).
"Tujuan program-program ini adalah menjaga ketersediaan sekaligus menstabilkan harga beras agar tetap terjangkau bagi masyarakat," kata Delly.
Ia menambahkan hingga saat ini tidak ada kendala dalam penyaluran CBP. Bahkan, stok beras premium dari luar daerah yang beredar di toko-toko pengecer juga relatif banyak dengan harga yang kompetitif.
Menurut Delly, dengan jumlah stok CBP yang ada, bisa menjaga harga dan bisa mencukupi kebutuhan beras masyarakat Natuna hingga enam bulan ke depan.
"Untuk sekarang belum ada rencana permintaan tambahan stok, karena tren penyaluran saat ini masih memungkinkan CBP yang tersedia mencukupi hingga enam bulan ke depan," ujar dia.
Baca juga:
Sosiolog sebut penguatan agen sosial masyarakat cegah aksi bunuh diri
Polda usut dugaan penipuan kavling bodong di Batam
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
