Logo Header Antaranews Kepri

Israel siapkan 60.000 tentara cadangan untuk duduki Gaza

Rabu, 3 September 2025 10:51 WIB
Image Print
Tangkapan layar dari video dengan ponsel menunjukkan asap yang naik selama serangan udara pesawat tempur Israel di Sanaa, Yaman (24/8/2025). ANTARA/Xinhua/aa.

Yerusalem/Istanbul (ANTARA) - Israel mulai memobilisasi 60.000 tentara cadangan untuk melaksanakan rencananya menduduki Kota Gaza, demikian konfirmasi militer pada Selasa, mengisyaratkan eskalasi besar-besaran dalam perang genosida yang memasuki bulan ke-23.

Pengerahan pasukan cadangan adalah bagian dari rencana pendudukan kembali secara bertahap yang disetujui pemerintahan kepala otoritas Benjamin Netanyahu pada 8 Agustus, dan menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, meliputi strategi pemindahan paksa penduduk Palestina ke selatan, pengepungan wilayah kantong Jalur Gaza dan penyerangan ke wilayah permukiman.

"Kami telah memulai manuver Gaza," kata Kepala Staf Eyal Zamir kepada para prajurit cadangan di pangkalan Nachshonim, selatan Rosh Ha'ayin di Israel tengah.

Ia mengatakan operasi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza akan diintensifkan dan diperluas.

Pihak militer Israel menjelaskan bahwa para tentara tersebut akan dilengkapi dengan senjata, perlengkapan pribadi, dan peralatan taktis lengkap, dengan unit-unit menjalani latihan dalam pertempuran di perkotaan dan medan terbuka "untuk meningkatkan kesiapan dalam misi-misi mendatang."

Harian Israel Maariv melaporkan mobilisasi tersebut mencakup latihan selama tiga hingga empat hari sebelum penugasan kembali untuk menggantikan pasukan reguler yang berjaga di garis depan utara.

Mobilisasi tersebut menyusul deklarasi Israel pada Jumat yang menjadikan Kota Gaza "zona perang berbahaya" yang disertai dengan pemboman besar-besaran dan pembongkaran yang menyebabkan banyak korban berjatuhan di pihak sipil dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza menuduh tentara Israel mengerahkan robot-robot bermuatan bahan peledak dan menerapkan strategi "bumi hanguskan". 


Ratusan ribu anak di Jalur Gaza kehilangan kesempatan bersekolah...



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026