Pemkab Natuna menyiapkan 13,89 ton beras CBPD bagi warga kurang mampu

id Bantuan pangan,Natuna,Kepri,Cadangan beras pemerintah,CBPD

Pemkab Natuna menyiapkan 13,89 ton beras CBPD bagi warga kurang mampu

Ilustrasi beras cadangan Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepri, di gudang bulog Natuna pada November 2025. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan 13,89 ton beras untuk dibagikan kepada keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, di Natuna, Rabu, mengatakan beras tersebut berasal dari cadangan beras pemerintah daerah (CBPD) yang dititipkan di gudang Bulog.

Ia menjelaskan, total CBPD yang disimpan di gudang Bulog mencapai lebih dari 22 ton. Cadangan itu disiapkan untuk menghadapi kondisi bencana alam, dan bantuan sosial, serta kebutuhan mendesak lainnya.

“Sebanyak 13,89 ton dari 22 ton digunakan untuk bantuan sosial, sementara sisanya tetap disimpan di gudang Bulog untuk keperluan lainnya,” ujar Wan Syazali.

Baca juga: Hari Ayah, Pemkab Natuna ingatkan peran penting bapak dalam pengasuhan anak

Menurut dia, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dijadwalkan pada pekan terakhir November 2025 di Pulau Midai, mencakup Kecamatan Midai dan Suak Midai. Selanjutnya ke Kecamatan Serasan, Serasan Timur, Subi, dan Pulau Panjang.

Total penerima bantuan beras sebanyak 1.389 kepala keluarga (KK). Para penerima ini tersebar di 17 kecamatan dan masing-masing akan menerima 10 kilogram beras.

“Di Kecamatan Midai ada sekitar 94 KK, sedangkan di Suak Midai sebanyak 46 KK,” katanya.

Baca juga: Ratusan nelayan Pulau Kundur Karimun dapat e-Pas kecil dan e-BKP

Ia menambahkan, penerima manfaat merupakan keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil satu dan dua. Bantuan ini difokuskan bagi keluarga yang belum pernah menerima bantuan beras dari program lain.

“Sebenarnya boleh saja bantuan diberikan kepada keluarga yang sudah menerima dari program lain, tetapi kami memilih menyalurkan kepada keluarga yang belum mendapat bantuan agar cakupan bantuan lebih luas,” ujar dia.

Baca juga: Gubernur Kepri sebut kampung nelayan jadi solusi atasi keterbatasan APBD

Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE