Logo Header Antaranews Kepri

Satpol PP Karimun Dikerahkan Cegah Pelansir Premium

Jumat, 18 Januari 2013 21:33 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk mencegah para pelansir yang ditengarai turut memicu sering putusnya persediaan premium di SPBU setempat.

"Satpol PP dikerahkan mencatat nomor polisi kendaraan yang mengisi premium di SPBU, tujuannya untuk mencegah para pelansir yang dikeluhkan warga masyarakat karena mengakibatkan persediaan premium di SPBU sering putus," kata Ketua Tim Monitoring BBM Bersubsidi Pemkab Karimun Arnadi Supaat di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Arnadi mengatakan, setiap kendaraan roda dua maupun empat hanya dibenarkan mengisi premium satu kali dalam sehari dan dibatasi membeli premium maksimal 50 ribu atau sekitar 11 liter, sedangkan kendaraan roda empat Rp100.000 atau sekitar 22 liter.

"Kalau ada kendaraan yang kedapatan antre berkali-kali, maka Satpol PP akan mengeluarkannya dari antrean," ucapnya.

Dia mengakui pengawasan terhadap para pelansir BBM sulit dilakukan mengingat banyaknya kendaraan yang antre dalam satu hari.

Namun demikian, pengerahan Satpol PP sedikit banyak telah membatasi ruang gerak para pelansir yang ditandai dengan berkurangnya kios-kios eceran yang diduga membeli bensin dari SPBU.

"Banyak kios BBM dadakan mulai tutup, namun dampak lainnya adalah antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU makin meningkat," katanya.

Dia juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi para pelansir serta kios BBM dadakan yang menjual premium dengan harga relatif lebih mahal.

"Upaya lain untuk mengatasi kios-kios yang mendapatkan premium di SPBU adalah mengajukan penambahan kuota pada agen premium minyak solar (APMS) ke Pertamina, sehingga mereka tidak lagi membeli premium di SPBU," katanya.

Untuk menertibkan pengecer BBM, katanya, Tim Monitoring juga menggelar rapat untuk membahas penetapan harga eceran nyata dan harga eceran tertinggi sehingga tidak ada lagi pengecer yang menjual harga BBM seenaknya.

"Hari ini kami menggelar rapat bersama instansi terkait dan pengecer terkait penetapan HEN dan HET untuk premium eceran," katanya.

Pasokan premium di SPBU Tanjung Balai Karimun sering putus sejak awal Januari 2013. Selain itu, pemandangan antrean ratusan kendaraan bermotor juga terjadi hampir setiap hari di SPBU yang dikelola PT Ology Karimun Bumi Sukses.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026