
Harga emas di Pegadaian hari ini kompak turun

Jakarta (ANTARA) - Harga emas hari ini yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa, menunjukkan logam mulia UBS, Galeri24, dan Antam, kompak mengalami penurunan.
Harga jual emas Antam turun menjadi Rp2.181.000 dari semula Rp2.183.000 per gram, begitu pula emas Galeri24 turun ke angka Rp2.079.000 dari awalnya dibanderol dengan harga Rp2.084.000 per gram.
Dan emas UBS turun menjadi Rp2.105.000 dari awalnya Rp2.113.000 per gram.
Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:
Harga emas UBS:
- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.138.000
- Harga emas UBS 1 gram: Rp2.105.000
- Harga emas UBS 2 gram: Rp4.176.000
- Harga emas UBS 5 gram: Rp10.320.000
- Harga emas UBS 10 gram: Rp20.531.000
- Harga emas UBS 25 gram: Rp51.227.000
- Harga emas UBS 50 gram: Rp102.242.000
- Harga emas UBS 100 gram: Rp204.403.000
- Harga emas UBS 250 gram: Rp510.856.000
- Harga emas UBS 500 gram: Rp1.020.509.000
Harga emas Galeri24:
- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.091.000
- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp2.079.000.
- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp4.095.000
- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp10.162.000
- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp20.271.000
- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp50.551.000
- Harga emas Galeri24 50 gram: Rp101.021.000
- Harga emas Galeri24 100 gram: Rp201.944.000
- Harga emas Galeri24 250 gram: Rp504.609.000
- Harga emas Galeri24 500 gram: Rp1.008.719.000
- Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp2.017.438.000.
Harga emas Antam:
- Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.144.0000
- Harga emas Antam 1 gram: Rp2.181.000
- Harga emas Antam 2 gram: Rp4.300.000
- Harga emas Antam 3 gram: Rp6.423.000
- Harga emas Antam 5 gram: Rp10.671.000
- Harga emas Antam 10 gram: Rp21.283.000
- Harga emas Antam 25 gram: Rp53.077.000
- Harga emas Antam 50 gram: Rp106.071.000
- Harga emas Antam 100 gram: Rp212.060.000
- Harga emas Antam 250 gram: Rp529.873.000
- Harga emas Antam 500 gram: Rp1.059.527.000
- Harga emas Antam 1.000 gram: Rp2.119.012.000.
Baca selanjutnya
Investasi emas...
Survei HSBC: Emas jadi pilihan utama bafi investor kelas atas Indonesia
HSBC melalui survei Affluent Investor Snapshot 2025 mencatat, investor segmen kelas atas (affluent) Indonesia menempati posisi teratas dalam kepemilikan emas di antara 11 negara lainnya dengan rata-rata alokasi sekitar 25 persen dari portofolio mereka.
Alokasi emas tersebut melonjak sebesar 12 poin persentase dari tahun sebelumnya. Sementara kepemilikan uang tunai pada investor affluent Indonesia menurun 6 poin persentase menjadi 19 persen dari portofolio.
Head of Networks Sales and Distribution HSBC Indonesia Sumirat Gandapraja dalam media briefing di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa negara-negara lain yang disurvei HSBC juga mencatatkan penurunan kepemilikan uang tunai.
Namun, investor affluent di negara lain tidak hanya cenderung meningkatkan alokasi investasi ke emas melainkan juga aset-aset lainnya seperti saham.
Meski begitu, portofolio investor affluent Indonesia tetap terdiversifikasi di berbagai aset seperti properti (10 persen dari portofolio), obligasi (10 persen dari portofolio), dan saham (5 persen dari portofolio).
“Investor Indonesia ini tipe yang sekalinya tidak cash, langsung ke emas daripada obligasi atau saham. Bahkan porsi saham berkurang (turun 5 poin persentase dibanding 2024),” kata Sumirat.
Menurut dia, hal ini turut dipengaruhi oleh faktor literasi. Sumirat mengingatkan bahwa volatilitas pasar biasanya tidak berlangsung lama, sehingga investor yang terlalu takut berinvestasi di saham, terutama saham teknologi, justru berisiko kehilangan momentum di tengah pertumbuhan positif pasar Amerika dan China.
Adapun tiga produk keuangan teratas yang saat ini dimiliki oleh investor affluent Indonesia secara umum antara lain emas fisik (44 persen), deposito berjangka (33 persen), dan investasi terkelola (31 persen).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian hari ini kompak turun
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
