
Solar di Batam Langka Lagi

Batam (ANTARA Kepri) - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Batam Centre, Kota Batam kembali kehabisan solar, Senin.
"Maaf solar habis, kami belum mendapat pasokan dari Pertamina. Terakhir dipasok Sabtu (19/1) lalu," kata petugas SPBU depan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Hamdan.
Ia mengatakan, setiap akhir pekan SPBU tersebut tidak mendapatkan pasokan dari Pertamina. Sementara awal pekan pasokan juga sering mengalami keterlambatan.
"Seharusnya hari ini Pertamina mengirim, tapi hingga saat ini (pukul 09.45 WIB) belum sampai," kata dia.
Habisnya persediaan di SPBU depan Bandara Hang Nadim Batam membuat, SPBU Kurnia Djaja Alam yang berjarak tidak begitu jauh dipadati antrean kendaraan roda empat yang hendak mengisi solar. Antrean yang hingga memenuhi sebagian badan jalan mengakibatkan arus lalulintas cukup tersendat.
"Terpaksa kami ikut antre meski sampai ke jalan. Karena kalau Senin susah mendapatkan solar," kata seorang supir truk, Hari.
Kepadatan juga terlihat di SPBU samping PT Pertamina Wilayah Kepulauan Riau di kawasan Pemerintahan Batam Centre. Bahkan anteran mengakibatkan pintu masuk PT Pertamina tersebut tertutup kendaraan.
"Saya sudah puter-puter sejak pagi, namun tidak mendapat solar. Terpaksa saya ikut antre di sini meski sangat panjang," kata seorang supir angkutan, Rasyid.
Ia mengatakan, sudah lebih 30 menit mengantre namun belum juga mendapatkan solar. Sehingga sangat mengurangi pendapatanya sebagai sopir angkutan umum.
"Kalau pagi kan jam-jam sibuk. Penumpang lagi banyak-banyaknya, kalau seperti sangat mengurangi pendapatan kami," kata dia.
Sales Area Manager PT Pertamina Wilayah Kepri, I Ketut Permadi sebelumnya mengatakan, hingga kini belum mendapatkan kuota BBM 2013.
"Penyaluran sesuai dengan rata-rata pada 2012 sampai ada kuota baru yang ditetapkan," kata dia. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
