Pemkab Natuna salurkan 6.750 bibit cabai ke petani

id Petani,Bibit Cabai,Natuna,Kepri,Perkarangan Pangan Bergizi

Pemkab Natuna salurkan 6.750 bibit cabai ke petani

Bupati Natuna Cen Sui Lan (kerudung putih) saat menyerahkan bantuan bibit ke perwakilan kelompok tani, di Kecamatan Bunguran Tengah, Natuna, Kepri pada Sabtu (20/9/2025). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan bantuan 6.750 bibit cabai kepada 15 kelompok tani di Kecamatan Bunguran Tengah, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung Program Nasional Perkarangan Pangan Bergizi (P2B).

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Sabtu, mengatakan bantuan ini diberikan sebagai stimulus agar para petani dapat terus mengembangkan usaha pertanian, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat bagi masyarakat.

Bantuan yang diserahkan pada Sabtu siang itu, berasal dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Program P2B ini juga salah satu langkah untuk menekan laju inflasi. Cabai komoditas yang paling sering menjadi penyumbang inflasi secara nasional,” ucap Cen Sui Lan.

Ia menjelaskan bantuan tersebut tidak hanya berupa bibit cabai, tetapi juga meliputi berbagai jenis benih dan bibit tanaman pangan lainnya.

Setiap kelompok tani mendapatkan masing-masing 60 bibit pisang, lima gram benih tomat, 500 gram benih buncis, 250 gram benih jagung manis, 100 gram benih caisim (sawi hijau), 1.000 gram benih kangkung, serta 500 gram benih kacang panjang.

Menurut Bupati, bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan untuk menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Melalui program ini juga, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan sehat dan bergizi dari hasil pertanian rumah tangga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemanfaatan lahan perkarangan untuk budidaya sayuran maupun buah-buahan," ujar dia.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali mengatakan selain bibit dan benih tanaman, bantuan Program P2B juga dilengkapi dengan sarana pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Bantuan sarana tersebut terdiri dari 0,5 liter insektisida nabati, satu unit alat semprot (sprayer), serta 10 lembar likat kuning.

Selain itu, setiap kelompok tani juga memperoleh 200 kilogram pupuk NPK dan 25 kilogram pupuk KNO3 untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani, sehingga tujuan program P2B untuk meningkatkan ketersediaan pangan sehat, menekan inflasi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dapat tercapai.

“Jumlah tersebut dibagikan untuk masing-masing kelompok tani. Sebagian bantuan sudah kita serahkan pada akhir Agustus, sementara bibit cabai baru kita salurkan hari ini. Adapun bibit pisang akan menyusul dalam waktu dekat,” ujar Wan Syazali.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE