Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berhasil meningkatkan produksi tomat petani di daerah perbatasan dari 13 ton pada 2024 menjadi 31.75 ton hingga Oktober 2025 atau meningkat sebesar 144,23 persen.
Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Selasa, mengatakan para petani kini tidak perlu lagi khawatir hasil panennya tidak terserap pasar, karena daerah itu sudah memiliki kebutuhan pasokan rutin untuk komoditas pertanian.
“Kita ada dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil pertanian bisa dipasarkan ke sana, jadi petani tidak perlu khawatir panen tidak laku,” ujar dia di depan petani usai menyerahkan traktor bantuan dari Bank Indonesia.
Baca juga: Kolaborasi minimalkan risiko bencana di NatunaSementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna Wan Syazali mengatakan peningkatan produksi tidak lepas dari kerja sama yang baik antara petani, para penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah.
Penyuluh pertanian, menurut dia, gencar mengedukasi petani terkait cara menjaga tanah, dan tanaman agar bisa tumbuh dengan maksimal.
"Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah pengadaan pupuk untuk membantu meningkatkan hasil produksi," ujar dia.
Baca juga: BPBD Natuna imbau warga pesisir waspadai banjir rob pada 5--10 Desember
Selain tomat, sejumlah komoditas hortikultura lain juga mengalami peningkatan pada 2025. Produksi cabai rawit misalnya meningkat dari 69 ton pada 2024 menjadi sekitar 137 ton pada 2025, cabai keriting juga naik dari 65 ton menjadi sekitar 84 ton, sedangkan produksi kacang panjang dari 41,70 ton menjadi 44,90 ton pada 2025.
"Peningkatan ini menjadi bukti bahwa penguatan sektor pertanian di Natuna mulai menunjukkan hasil nyata dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani," katanya.
Baca juga: Perjalanan panjang membawa bantuan ke Serasan, Pulau Panjang, dan Subi di Natuna

Komentar