Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan indikator pembangunan di daerah itu menunjukkan tren positif pada peringatan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri.
"Berbagai capaian positif ini terus kita pertahankan sekaligus ditingkatkan di masa-masa mendatang," kata Ansar usai upacara peringatan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Rabu.
Ansar memaparkan beberapa capaian pembangunan itu, antara lain pertumbuhan ekonomi Kepri secara year-on-year yang terus melejit, di mana pada triwulan II 2025 berada pada angka 7,14 persen, atau tumbuh 2,24 persen dari periode triwulan II 2024 sebesar 4,90 persem.
Baca juga: BI Kepri Gencarkan Literasi Melalui Layanan Digital iBI Library
Pertumbuhan ekonomi Kepri menjadi yang tertinggi se-Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.
"Pertumbuhan ekonomi berdampak pada penurunan angka pengangguran sebesar 0,05 persen poin dibanding 2024, yaitu dari 6,94 persen menjadi 6,89 persen," ujar Ansar.
Kemudian, kata dia, perkembangan ekspor Kepri menjadi daerah tiga teratas nasional, setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur yang berkontribusi besar pada perkembangan ekspor nasional dengan share 8,65 persen.
Berikutnya, indeks pembangunan manusia (IPM) Kepri pada 2024 sebesar 79,89 poin, meningkat 0,81 poin dari tahun 2023 sebesar 79,08 poin.
"Angka ini berada pada urutan pertama se-Sumatera dan peringkat ketiga tertinggi nasional, setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta," ungkapnya.
Selanjutnya, angka kemiskinan Kepri semakin dapat ditekan yang pada periode Maret 2025 sebesar 4,44 persen, turun 0,93 persen dari Maret 2024 sebesar 5,37 persen. Angka kemiskinan Kepri berada pada angka terendah se-Sumatera dan urutan keempat terendah nasional, setelah Bali, Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta.
Baca juga: Upacara Hari Jadi Ke-23 Provinsi Kepri, Gubernur Ansar paparkan capaian dan tekad majukan Negeri Segantang Lada
Berikutnya indeks kerukunan umat beragama Kepri 2024 sebesar 82,21 poin dan selama tiga tahun berturut-turut (2022-2024) selalu konsisten menempati peringkat tiga besar nasional.
Demikian pula indeks ketimpangan gender Kepri 2024 sebesar 0,309 poin, turun 0,039 poin dari 2023 sebesar 0,348 poin. Sedangkan indeks kebahagiaan Kepri sebesar 74,78 poin, atau menduduki
peringkat tertinggi keenam nasional.
Lalu, untuk produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku meningkat menjadi Rp161,42 juta pada tahun 2024.
"Angka PDRB Kepri ini setara dengan PDRB Negara Brasil dan melampaui PDRB Negara Thailand," sebut Ansar.
Selain itu, untuk rata-rata lama sekolah di Kepri 2024 sebesar 10,50 tahun, meningkat 0,09 tahun dari 2023 sebesar 10,41 tahun. Kondisi ini menempatkan Kepri urutan pertama se- Sumatera dan urutan kedua tertinggi nasional setelah Jakarta.
Baca juga: Indosat berikan dukungan bagi atlet muda Riau dalam POMNAS 2025
Indeks transformasi digital Kepri pada rilis terakhir 2022 sebesar 55,93 poin, menempatkan Kepri urutan pertama se-Sumatera dan urutan ketujuh tertinggi nasional.
"Terakhir, monitoring capaian kinerja pencegahan korupsi di pemerintah daerah Kepri meraih nilai tertinggi ketiga nasional pada 2024 setelah Bali dan Jawa Barat," ucap Ansar.
Ansar melanjutkan meski sebagai provinsi dengan karakter kepulauan yang relatif mengalami kesulitan dan keterbatasan fiskal daerah, namun Kepri dapat menghasilkan berbagai capaian terbaik yang sekaligus menjadi laporan prestasi kinerja Negeri Segantang Lada ini di mata regional, nasional dan internasional.
Ia mengajak semua pihak menjadikan momentum Hari Jadi ke-23 Kepri ini untuk terus berjuang mewujudkan pembangunan yang adil dan merata hingga ke daerah-daerah pelosok.
"Sebagai anak bangsa, kita harus bisa mengerahkan segala kemampuan demi mengharumkan Provinsi Kepri tercinta," demikian Ansar.
Baca juga:
DPRD Batam: HUT ke 23 Kepri jadi momentum tingkatkan kemakmuran rakyat
PLN Batam raih penghargaan ENSIA bukti komitmen pada TJSL

Komentar