Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Natuna pastikan serap jagung pipil kering hasil panen petani di perbatasan

Rabu, 1 Oktober 2025 10:17 WIB
Image Print
Polsek Bunguran Timur saat menanam jagung pada Senin (29/9/2025) di Desa Sebadai ulu. ANTARA/HO-Polres Natuna

Natuna, Kepri (ANTARA) - Perum Bulog memastikan penyerapan jagung pipil kering hasil panen petani di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah perbatasan.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Delly Bayu Putra dikonfirmasi di Natuna, Selasa, mengatakan Bulog siap membeli jagung pipil kering sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen, harga pembelian ditetapkan Rp6.400 per kilogram. Sementara itu, jagung dengan kadar air hingga 20 persen dibeli Rp5.500 per kilogram.

Pernyataan kesiapan ini setelah Perum Bulog mengetahui bahwa beberapa desa di Natuna berupaya menanam jagung.

“Kami siap menyerap jagung dari petani dengan kualitas sesuai ketentuan. Harga yang diberikan bergantung pada kadar air yang terkandung dalam jagung,” ucap Delly.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Bunguran Timur, AKP Nellay Boy mengatakan, pihaknya bersama Kelompok Tani Desa Sebadai Ulu pada Senin (29/9) telah menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk ditanami jagung. Dari lahan tersebut, setengah hektare sudah ditanami, sementara sisanya masih dalam tahap pembersihan.

Baca juga: Tim SAR gabungan Natuna evakuasi dua nelayan korban kapal terbalik di Selaut

Dalam kegiatan itu, Polsek juga menyalurkan bantuan bibit jagung sebanyak satu kilogram sebagai dukungan awal bagi petani.

“Penanaman jagung ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya swasembada pangan,” ucap dia.

Dukungan serupa juga datang dari Kapolsek Bunguran Barat, Iptu Raja Oloan Purba, yang pada hari yang sama melaksanakan pembersihan lahan seluas tiga hektare di Desa Gunung Putri bersama Bumdes Putri Bertuah. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk menanam jagung secara bertahap.

Melalui sinergi antara Bulog, kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan produksi jagung di Natuna dapat terus meningkat.

Selain mendukung swasembada pangan nasional, program ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi petani di wilayah perbatasan.

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah,” katanya.

Baca juga: Pemkab Natuna salurkan bantuan Rp700 ribu untuk lansia

Baca juga: Pemkab Natuna berikan bantuan peralatan usaha kepada warga miskin



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026