Logo Header Antaranews Kepri

RS Bhayangkara telah terima 62 kantong jenazah korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Selasa, 7 Oktober 2025 14:23 WIB
Image Print
Jenazah korban Ponpes Al Khoziny yang dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diidentifikasi. ANTARA/Willi Irawan

Surabaya (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya telah menerima total 62 kantong jenazah korban ambruknya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, hingga Selasa siang.

“Insya Allah hari ini DNA sudah ada yang jadi, nanti kami rekonsiliasi jam 15.00 WIB. Mudah-mudahan cepat, dan setelah maghrib bisa kami sampaikan hasilnya ke rekan-rekan,” kata Kepala  Biddokkes Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Kombes Pol Khusnan Marzuki.

Ia menjelaskan sebagian hasil identifikasi DNA telah dikirim dari Laboratorium DNA di Jakarta ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses pencocokan lebih lanjut.

Dengan metode DNA, kata dia, jenazah yang sebelumnya tidak dapat diidentifikasi melalui metode primer seperti sidik jari dan panoramik gigi, maupun metode sekunder seperti properti korban, kini dapat teridentifikasi.

"Begitu lab DNA sudah keluar semua, berarti sudah fix, tidak ada keraguan lagi," ujarnya.

Khusnan menambahkan seluruh jenazah yang memerlukan identifikasi DNA dikirim ke Jakarta, dengan waktu proses bervariasi antara tiga hari hingga dua minggu tergantung tingkat kesulitan.

"Ada yang cepat, ada yang tidak, tergantung tingkat kesulitan. Kayak kemarin di Kapal Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, itu ada yang sampai dua minggu karena tingkat kesulitannya. Tapi ini Alhamdulillah tiga hari langsung jadi," ujarnya.

Dari total 62 kantong jenazah yang diterima, tujuh diantaranya berisi potongan tubuh (body part), sementara sisanya merupakan jenazah utuh yang masih dalam proses pencocokan identitas.

Baca selanjutnya,
Seluruh jenazah korban Ponpes Al Khoziny telah ditemukan...

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh jenazah korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Selasa, mengatakan total ada sebanyak 63 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan ada tujuh berupa potongan tubuh,” kata Budi di hadapan para pewarta di posko tanggap darurat di halaman Ponpes Al Khoziny.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi sementara, seluruh jenazah diperkirakan berasal dari dalam kompleks ponpes yang kini telah rata dengan tanah.

Area tersebut saat ini sudah bersih dari material runtuhan bangunan sehingga sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah yang tertinggal di sana.

Kendati demikian, kata dia, kejelasan jumlah akhir korban masih menunggu hasil identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terutama untuk memastikan tujuh bagian tubuh yang ditemukan apakah merupakan dua korban yang dilaporkan hilang.

“Dari sisi teknis, operasi Basarnas telah dianggap selesai karena tidak ada lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan. Namun kepastian jumlah korban secara resmi baru dapat dipastikan setelah proses DVI selesai,” kata Budi menegaskan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RS Bhayangkara terima 62 kantong jenazah korban Al Khoziny

Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026