
722 Staf Ahli Rapat Rapat Koordinasi di Batam

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebanyak 722 orang staf ahli kepala daerah se-Indonesia akan berkumpul di Batam, Kepulauan Riau dalam rangka rapat koordinasi untuk penguatan fungsi dan peran staf ahli.
"Rapat koordinasi itu sangat penting karena paradigma penyelenggaraan pemerintahan dewasa ini mengalami perubahan paradigma dimana pemerintah yang demokratis harus diperkuat legitimasinya," kata Riono di Tanjungpinang, Selasa.
Riono mengatakan, rapat koordinasi yang akan berlangsung 20-22 Februari 2013 tersebut akan dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
Menurut Riono, saat ini pemerintah dituntut harus mampu mewujudkan transparansi serta memiliki akuntabilitas, profesionalisme serta kompetensi.
Atas dasar itu, para pejabat khususnya staf ahli kepala daerah dituntut untuk mampu menjawab berbagai tantangan dan hambatan sekaligus memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada.
"Rakor ini nantinya diharapkan akan dapat menambah referensi, pengetahuan dan wawasan staf ahli kepala daerah dalam pelakasanaan tugas dan fungsinya mendukung peningkatan kerja penyelenggaraan pemerintahan." kata Riono.
Menurut dia, materi yang akan disampaikan antara lain adalah reformasi birokrasi pemerintah daerah dan arah kebijakan pembinaan dan pengawasan pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu, para peserta akan mendapat materi pelayanan dasar yang mengacu kepada standar pelayanan minimal serta permasalahan dan prospeknya ke depan.
"Rakor ini juga akan membahas tentang perencanaan pembangunan daerah dan master plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) yang disambung dengan pembahasan kinerja pelaporan keuangan daerah." jelasnya.
Isu-isu politik menyongsong Pemilu 2014 khususnya potensi dan permasalahan dan langkah antisipasinya, menurut Riono juga akan dibahas dalam rakor tersebut. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
