Logo Header Antaranews Kepri

Pastikan harga beras di Kepri tidak lebihi HET, Bapanas dan Satgas Pangan lakukan pengawasan

Kamis, 23 Oktober 2025 12:01 WIB
Image Print
Staf Direktorat Kewaspadaan Pangan Bapanas Akber Maulad ditemui usai rakor Satgas Pangan di Ditreskrimsus Polda Kepri, Kota Batam, Kepri, Rabu (22/10/2025). ANTARA/Laily Rahmawaty

Batam (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapasnas) bersama Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan mengawasi harga jual beras di wilayah Kepulauan Riau guna memastikan tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Sebagai bentuk pengawasan, Bapanas dan Ditreskrimsus Polda Kepri melaksanakan rapat koordinasi Satgas Ketahanan Pangan dalam rangka menjaga stabilitas harga beras di wilayah tersebut.

“Sesuai surat keputusan Kepala Bapanas, kami melakukan pengawasan dan pengecekan beras premium dan medium di semua provinsi, termasuk di wilayah Kepri,” kata Staf Direktorat Kewaspadaan Pangan Bapanas Akber Maulad di Mapolda Kepri, Kota Batam, Rabu.

Akber menyebut, pihaknya memiliki daftar harga eceran tertinggi (HET) yang harus dijual oleh pelaku usaha beras di seluruh wilayah Indonesia. Khususnya di Kepri harga beras premium Rp15.400 per kg dan Rp14.000 per kg untuk beras medium.

Melalui rakor ini, kata dia, diharapkan harga jual beras di wilayah Kepri tetap terjaga tidak melebihi HET.

“Kami diperintahkan Kepala Bapanas dan Kementan untuk mengecek ke daerah-daerah apakah harga beras dijual masyarakat itu di atas atau di bawah HET,” ujarnya.

Berdasarkan data yang di miliki Bapanas, terdapat empat wilayah yang menjual beras di atas HET yakni Karimun, Lingga, Tanjungpinang, dan Bintan. Sementara di Kota Batam, harga beras masih di bawah HET.

Tindak lanjut dari rakor Satgas Ketahanan Pangan ini nantinya dilaksanakan sidak ke sejumlah pasar yang ada di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri, melibatkan unsur dari dinas perdagangan, dinas pertanian, dinas ketahanan pangan, kepolisian dan sebagainya.

“Besok kami akan turun ke Bintan, Lingga, Tanjungpinang, dan Karimun untuk mencari tahu apa penyebab harga jual beras tinggi dari HET,” katanya.

Kasubdit IV Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Paksi Eka Saputra menambahkan Ditreskrimsus Polda Kepri bersama Bapanas akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek HET beras.

Menurut dia, harga beras di Kepri masih normal. Pengecekan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kelangkaan beras.

“Ditreskrimsus sebagai Satgas Pangan berupaya menjaga stabilitas pangan agar tidak memberatkan masyarakat Kepri,” ujar Paksi.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026