
SAR khusus disiagakan dukung latihan menembak senjata berat di Natuna

Natuna (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) atau Basarnas Natuna, Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan siaga SAR khusus guna mendukung pengamanan kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat Terintegrasi (Latbakjatratnis) yang digelar TNI Angkatan Darat.
"Pelaksanaan siaga SAR khusus ini sesuai dengan Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor PK.03 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Siaga SAR Khusus di lingkungan kerja Kantor SAR," kata Kepala KPP Natuna Abdul Rahman dikonfirmasi di Natuna, Kamis.
Abdul menjelaskan siaga SAR khusus tersebut berlangsung selama dua hari, tanggal 22-23 Oktober 2025 di wialyah Pulau Bunguran Besar, Kabupaten Natuna.
Pelaksaan siaga SAR khusus tersebut berdasarkan surat permohonan dari Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit 1/GP) Nomor: B/522/X/2025 perihal permohonan dukungan speedboat dan personel dalam kegiatan latihan.
Baca juga: Natuna liburkan sekolah di wilayah latihan menembak TNI AD
Basarnas Natuna menurunkan tujuh personel beserta satu unit kapal cepat (speedboat) serta menunjuk Kassubsie Siaga dan Operasional untuk memimpin pengawasan dan pengamanan di lokasi latihan.
Ia menambahkan seluruh rangkaian siaga SAR berjalan dengan aman dan lancar, serta latihan menembak senjata berat oleh Yonkomposit 1/GP dapat terlaksana sesuai rencana.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa insiden,” ujar Abdul Rahman.
Sebelumnya, Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit/1GP) mengimbau warga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, agar tidak beraktivitas di luar ruangan pada 22-24 Oktober 2025, karena ada pelaksanaan latihan menembak menggunakan peluru daya ledak tinggi di sejumlah titik wilayah.
Baca juga: Kodaeral IV jaga laut Kepri tak lagi jadi jalur peredaran narkoba
Komandan Yonkomposit 1/GP Letkol Infanteri Muchamad Ricky Prawiratama, dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, menjelaskan latihan akan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Beberapa lokasi latihan mencakup Desa Air Lengit, Desa Sebadai Ulu, Kelarik, Batubi, dan Teluk Buton.
Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel TNI dalam menjaga wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Natuna yang memiliki posisi strategis.
"Kegiatan Latihan menembak senjata berat ini, merupakan program latihan satuan, yang bertujuan untuk memelihara kemampuan satuan serta prajurit,” ujar Letkol Muchamad Ricky.
Baca juga: Komunitas bangun tugu "Natuna" di dasar Laut Pulau Terluar
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
