Logo Header Antaranews Kepri

Premium di Batam "Menghilang"

Senin, 25 Februari 2013 10:13 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Aktifitas masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau mulai terganggu dengan menghilangnya premium pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kota tersebut sejak beberapa hari terakhir.

"Sudah beberapa hari terakhir premium sulit didapat, hampir semua SPBU mengatakan belum mendapat kiriman dari Pertamina," kata seorang sopir angkutan umum berbahan bakar premium, Riko di Batam, Senin.

Ia mengatakan, kelangkaan premium sangat menganggu aktifitasnya karena saat banyak penumpang hendak berangkat kerja masih harus keliling cari premium.

"Kalau pertamax ada. Tapi bagi sopir angkutan kayak kami gak mungkin menggunakan pertamax, harganya sangat mahal," kata dia.

Ia mengatakan, takut kehilangan penumpang jika harus menggunakan pertamax dan menaikan tarif.

"Penumpang yang umumnya pekerja pabrik dengan gaji pas-pasan akan protes. Mereka tidak akan mau kalau tarif naik," kata Riko.

Seorang pekerja, Ahmadi, mengatakan sudah keliling empat SPBU namun tidak mendapatkan premium, padahal ia harus segera masuk kerja.

"Sudah sejak pagi puter-puter. Tapi semua SPBU tidak ada premium. Sudah empat SPBU yang saya datangi," kata dia.

Ia mengatakan, sudah empat hari terakhir kesulitan mendapatkan premium.

Petugas SPBU Samping Kantor Pertamina Wilayah Kepri di Batam Centre, mengatakan premium dalam pengiriman.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan seharunya dengan penambahan kuota premium hampir delapan persen pada 2013 tidak akan terjadi kelangkaan.

"Seharusnya dengan penambahan itu tidak terjadi kelangkaan. Terutama pada awal-awal tahun," kata dia.

Ia mengatakan, kelangkaan terjadi kemungkinan karena jumlah pertuimbuhan kendaraan bermotor dan mobilitas warga lebih tinggi daripada penambahan kuota.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026