
Pemkot Batam pastikan papan interaktif digital jangkau seluruh siswa SD

Batam (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan penggunaan papan interaktif digital (PID) akan menjangkau seluruh peserta didik di setiap sekolah dasar (SD) secara merata.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Batam Yusal mengatakan pihaknya masih terus merencanakan strategi agar seluruh sekolah memahami cara penggunaan PID dengan efektif.
“Ada beberapa hal yang juga perlu diantisipasi, seperti pembagian jadwal penggunaan dan risiko teknis saat alat harus berpindah antar lantai,” ujarnya di Batam, Selasa.
Baca juga: 50 SD di Batam tingkatkan kompetensi pembelajaran digital
Disdik Batam juga mempertimbangkan kebutuhan sarana tambahan agar penggunaan PID bisa lebih optimal di sekolah yang memiliki banyak rombongan belajar.
“Kalau satu sekolah punya 24 rombongan belajar tetapi hanya satu perangkat PID, maka perlu diatur penggunaannya agar tidak menimbulkan perselisihan. Kami dorong adanya ruang multimedia atau sistem moving class agar alat bisa dimanfaatkan bersama secara efisien,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini Batam menjadi salah satu kota sasaran pemanfaatan PID, di mana 50 sekolah telah mengikuti bimbingan teknis.
Sementara itu, sebanyak 215 sekolah dari total 362 sekolah sudah menerima perangkat tersebut.
“Kami bersyukur kementerian sudah memberi materi bimtek kepada 50 guru. Nantinya akan dibuat rencana tindak lanjut berupa pengimbasan ke sekolah-sekolah terdekat. Jadi, satu sekolah akan menularkan pengetahuan ke sekolah lain di sekitarnya,” kata Yusal.
Baca juga: Polda Kepri gagalkan pengiriman ratusan PMI ilegal hingga Oktober
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan pendampingan untuk Kota Batam pada 26-29 Oktober 2025.
Ia menyebut pola pengimbasan ini menjadi langkah agar pemerataan literasi digital di sekolah dasar dapat berkelanjutan.
“Kalau satu guru bisa membimbing lima sekolah lain, berarti sudah ada 250 sekolah yang teredukasi tentang penggunaan PID,” kata dia.
Guru SDN 005 Batam Andri menyebut pihaknya telah menerapkan sistem bergiliran dalam penggunaan PID.
“Karena alatnya hanya satu, kami buat jadwal bergantian. Di sekolah kami ada 12 kelas, jadi dua minggu sekali tiap kelas mendapat giliran. Semua siswa tetap bisa merasakan pengalaman belajar interaktif,” ujarnya.
Baca juga:
Menko Yusril ajak masyarakat di Kepri jaga keislaman dan kemelayuan
Pemkab Natuna ingatkan pentingnya pendidikan bagi masa depan kemajuan bangsa
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
